Pameran Bonsai di Bukit Teletabis, Geliat Bisnis di Tengah Krisis

garutexpress.id- Memasuki tahun 2021 pandemi Covid-19 yang nampaknya masih belum ada tanda-tanda berakhir. Kondisi ini tentunya masih sangat drasakan bagi sebagian besar pelaku usaha, baik secara langsung mapun tidak langsung.

Namun bagi sebagian orang, munculnya pandemi Covid-19, justru membuat mereka banyak keuntungan.

Budidaya tanamanan bonsai adalah salah satu bisnis di tengah krisis yang cukup menjanjikan. Meski pandemi Covid-19 menggempur perekonomian nasional, nampaknya bagi pehobi dan bisnis bonsai tak begitu berpengaruh.

Terkait tanaman hias ini, beberapa hari menjelang pergantuan tahun 2020-2021 para pecinta di kawasan Garut selatan menggelar pameran bonsai. tepatnya di kawasan Bukit Teletabis, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (29/12/2020) lalu.

Selain jadi ajang silaturahmi para pecinta bonsai, arena pameran ini tentunya dijadikan ajang bisnis di tengah krisis yang melanda saat ini.

Eman Sulaeman salah seorang pecinta bonsay dari Kecamatan Cisompet mengatakan, awalnya gelaran pameran ini hanya untuk menjalin silaturahmi bari para pecinta bonsai.

“Ya, pameran (bonsai) ini awalnya ya untuk menjalin silaturahmi saja antar pecinta bonsai. Namun, kita juga menjual bonsai kalau memang ada kecocokan harga. Kalau bonsai yang bagusm kan harganya cukup lumayan bisa untuk bekal di tengah krisis,” ungkapnya.

Menurut Eman yang juga ketua Komunitas Pecinta Bonsai Cisompet (KOPIBOCI), pameran bonsai yang digagasnya ini merupakan yang perdana di Garut selatan.

“Pameran bonsai ini merupakan yang perdana di Garut selatan, alhamdulillah agenda ni mendapatkan apresiasi dari Forkopimcam Kecamatan Pameungpeuk,” katanya.

Selain peserta lokal, para peserta dalam pameran juga darang dari beberapa wilayah, di antaranya Cikajang, Pameungpeuk bahkan dari Kabupaten Bandung.

Berbagai jelis dan ukuran bonsai yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut cuup variatif. Bonsai dari pohon serut menjadi salah satu primadona dalam pameran tersebut.

PARA peserta Pameran Bonsai di Bukit Teletabis, Pameungpeuk Garut, Selsa (29/12/2020). Mereka berasal dari Pameungpeuk, Cisompet, Cikajang, Singaparna Tasikmalaya, Majalaya serta Bandung. Mereka menyebut inti kegiatan silaturrahmi Satu Hobby bukan Kontes Bonsai.***

Menurutnya pemiliki bonsai dari pohon serut, bonsai yang dipamerkannya itu berusia antara 2-3 tiga tahun, bahkan ada yang berusia 20-30 tahun. Sementara itu, bagi para pecinta bonsai di kawasan Garut selatan ada beberapa jenis pohon favorit untuk dijadikan bonsai di antaranya, mereka menyebut dari pohon kaliage, serut, kiara, caringin, waru,dan berbagai jenis pohon kayu.

“Kami mengambil tempat di Bukit Teletabis guna mencegah adanya penjarahan daerah yang labil. Karena kebanyakan orang dari kota cara mndongkelnya tidak dengan perhitungan yang penting mereka dapat pohon untuk dijadikan bonsai, ujarnya.

Seperti diketahui, bonsai merupakan salah satu tanaman hias yang dikerdilkan, ternyata sampai saat ini masih sangat digemari. Kolektor terus memburu tanaman hias ini, walau dengan harga yang cukup tinggi.

Sejarah Singkat Bonsai

Mengenai sejarah singkat dari seni bonsai, memang sudah sangat lama.Makanya seni membonsai ini sangat mudah dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan sampai sekarang ini masih sangat diminati.

Bonsai Era Lawas

Di dalam bahasa Jepang kata bonsai berarti (tanaman dalam pot), bon itu sama dengan pot dan sai sama dengan tanaman, yang artinya sebuah tanaman yang berada di pot yang indah.

Bonsai memang asal mulanya berasal dari negeri China, seni bonsai ini muncul pada saat era Dinasti Han di tahun 206 Sebelum Masehi–220 Masehi. Bonsai ini berawal dari kebiasaan dari para tabib yang saling mengirimkan tanaman obat dalam pot.

Ketika itu, para tabib ada yang berinisiatif untuk berkarya seni untuk membuat tanaman hias di pot. Pada zaman dahulu seni bonsai yang sering ditampilkan bonsai dengan bentuk gaya batang tanaman menyerupai binatang atau simbol tertentu, Sehingga pada masanya bonsai sangat banyak digemari.

Berasal dari negara China, bonsai menyebar ke Jepang pada masa kejayaan dinasti Yuan tahun (1280-1368) yang pada masa itu di Jepang adalah era Kamakura (1185-1333).

Pada era Tokugawa kegiatan membonsai semakin penting, pada proses menanam tanaman Azapela dan Maple sungguh menjadikan hobi orang-orang ningrat yang sangat kaya pada waktu itu. Di zaman itu tanaman yang dikerdilkan ini masih disebut hachi-no-ki (tanaman dalam pot) oleh orang-orang Jepang.

Baru pada akhir abad ke-19 pada era Meji disebut sebagai “bonsai.” Setelah menyebar di negara Jepang, sampai dengan sekarang ini bonsai menjadi begitu populer di seluruh dunia.

Dahulu orang Jepang menganggap bonsai sebagai cerminan filosofi kehidupan yang saling berkaitan antara manusia, alam, unsur dan perubahan.

Bonsai Zaman Kini

Dan pada era modern seperti sekarang ini, bonsai telah menjadi sebuah hobi yang membantu pemahaman lebih dalam terhadap alam dan memajukan dunia pertanaman, sehingga orang sangat senang sekali untuk menanam sebuah tanaman yang akan dijadikan sebuah tanaman bonsai.

Bonsai mampu bertahan sampai saat ini dan sehingga dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Seni tanaman bonsai ini sangat dikagumi karena mempunyai umur yang panjang dan mempunyai nilai keindahan yang sangat tinggi. (*)

Reporter : Iwan Setiawan
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here