Longsor dan Tanah Bergerak Landa Sejumlah Kawasan di Cisewu, Ratusan Warga Mengungsi

garutexpress.id- Musimbah longsor dan tanah bergerak kembali melanda kawasan Garut Selatan, tepatnya di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir ini. Seiditnya ada 6 titik kawasan di Cisewu dilaporkan terdampak longsor dan tanah bergerak.

Menurut Camat Cisewu, Hery, pihak terus berupaya melakukan normalisasi pascalongsor. Ia berharap warganya tetap waspada dan bershabar menghadapi bencana alam ini.

“Mohon bersabar dan tetap waspada. Pemerintah sedang berupaya maksimal untuk segera menormalisasi jalan tersebut (terdampak longsor),” tutur Hery, saat diwawancarai awak media di Cisewu, Rabu (13/1/2021).

Diungkapkannya, tercatat ada lebih dari 6 titik longsor di Kecamatan Cisewu. Keenam titik tersebut di antaranya kawasan Desa Mekarsewu, Girimukti, Desa Nyalindung, Kampung Batu, Kampung Cijagir, Kampung Langkob dan beberapa titik lainnya.

Akibat terdampak longsor dan tanah bergerak, pihak kecamatan Ciseweu mencatat lebih dari 200 jiwa warga sekitar diungsikan. Pihak kecamatan snendiri menyediakan tempat pengungsian darurat jika terjadi hujan deras.

“Data awal pengungsi saat ini ada lebih dari 200 jiwa, mohon maaf jika tidak tepat, kami masih validasi data,” kata Hery.

Camat Hery menambahkan, untuk lokasi pengungsian sementara, pihaknya menyediakan beberarapa lokasi, di antaranya di Kampung Caringin-Masjid Al Mutaqqin, lapangan terbuka, area masjid dan SDN 3 Nyalindung serta Kampung Cilutung.

Di tempat pengungsian sendiri, warga dihimbau untuk memperhatikan protokol kesehatan.

“Di masa pandemi kami tetap mengupayakan semaksimal mungkin memperhatikan protokol kesehatan di tempat pengungsian. Makanya kami membuka pengungsian di lapangan terbuka,” katanya.

Hery menambahkan bahwa masyarakat terdampak longsor di Cisewu tidak 24 jam di pengungsian, hanya dalam keadaan hujan deras dan malam hari.

“Pagi hari silahkan masyarakat beraktifitas, siang hari jika hujan wajib ngungsi dan malam hari wajib kembali ke pengungsian,” tandasnya.

Sementara itu, dari pantauan reporter garutexpress.id di lapangan, akibat ambruknya jembatan dan longsor jalur Cisewu-Talegong praktis. Sementara pengendara hanya bisa menjangkau perjalannya sampai Jembatan Citalegong yang masih dalam proses perbaikan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemasangan jembatan darurat masih dikerjakan petugas dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa barat.

“Progres kami sekarang sedang penguatan dinding jembatan menggunakan bronjong, dari kemarin sebetulnya jembatan darurat bisa dipasang. Namun kami takut pemasangan jembatan membuat pengendara memaksa lewat, sementara dinding jembatan belum sepenuhnya kuat,” ungkap Roni Syahroni, yang merupakan Humas DBMPR Provinsi Jabar. (*)

Reporter : SAG
Editor     : KE


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here