KPU Garut : Pentingnya Human Capital bagi Penyelenggara Pemilu

garutexpress.id- Menjawab tantangan tahun 2021 sebagai tahun konsolidasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaen Garut melaksanakan pebinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka peningkatan kapasitas SDM, sekretariat KPU Kabupaten Garut menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Pada edisi perdana yang dilaksanakan Senin, 11 Januari 2021, dalam agenda pembinaan ini menghadirkan beberarapa narasumber berkompeten, di antaranya Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, M. Si., Ketua KPU Garut, Junaidin Basri, M. Pd., sekretaris KPU Garut Asep Budianto, S. Ag., serta moderator Komisiner KPU Garut Divisi Sosialisasi dan SDM, Nuni Nurbayani, M. Pd.I.

Sementara itu, para peserta yang hadir dalam agenda tersebut antara lain seluruh Kasubag dan staf KPU Kabupaten Garut serta Komisioner Program dan Data, Dindin Jaenudin, S.Ag. , serta beberapa anggota KPU dari Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang hadir secara online.

Ketua KPU Jabar pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa dalam membangun kualitas SDM diperlukan kepemimpinan transformasional yang mampu mengkolaborasikan kepemimpinan yang ada di KPU, yaitu menyatukan kepemimpinan strategis dan kepemimpinan manajerial. Komisioner yang memiliki peran kepemimpianan strategis, politis dan sekretaris yang memliki peran manajerial.

Menurutnya, sebaik-baiknya pemimpin adalah orang yang mampu menjadikan orang yang dipimpinnya sebagai pemimpin.

“Selain kepemimpinan, modal yang harus dimiliki SDM KPU adalah kompetensi dan perilaku etis. Kompetensi tersebut menyangkut kompetensi pengetahuan mengenai kepemiluan (Tata KelolaKepemiluan), pemilihan, dan demokrasi. Kemudian kompetensi keterampilan, KPU harus meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan kepemiluan. Selanjutnya kompetensi dalam mengambil keputusan. KPU harus mampu mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks. KPU jangan asyik sendiri berjibaku dengan pemilu, harus mengajak orang lain supaya terlibat dalam agenda pemilihan,” tutur Rifqi.

Rifqi menjelaskan, modal yang ketiga adalah perilaku etis. Komisioner dan seluruh jajarannya tidak hanya dituntut memiliki kepemimpinan transformasional, tapi juga harus memiliki perilaku etis.

“Perilaku etis yang harus kita miliki adalah integritas, independensi, profesionalitas dalam melaksanakan tugas dengan efektif dan efisien. Kita ditekan oleh beban kerja dan tekanan publik, maka harus memiliki perilaku etis dan kualitas kerja untuk bisa memastikan kerja kita ini memenuhi standar target dan tujuan organisasi,” jelas Rifqi.

Sementara itu, Ketua KPU Garut, Junaidin Basri, memaparkan, bahwa manusia adalah Human Capital. Manusia adalah investasi, Manusia adalah asset berkaitan dengan pendapatan atau penghasilan.

“Manusia pada usia tertentu semakin lama semakin meningkat jika dikaitkan dengan staf KPU. Semakin usia meningkat, maka golongan pada pangkat dan jabatanpun turut meningkat. Hal tersebut peningkatannya akan semakin cepat jika ditunjang peningkatan di bidang akademik secara formal dan prestasi kerja,” katanya.

Sebagai penutup, narasumber ketiga, disampaikan sekretaris KPU Garut, Asep Budianto, S Ag. Dalam pemaparan materinya, Asep mengajak seluruh staf KPU Garut untuk meningkatkan kualitas kerja.

“Memberikan dukungan secara maksimal kepada komisioner, baik itu dukungan tekhnis administratif sebagaimana diatur dalam pasal 88, Undang-undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, tentang tugas sekretariat Kabupaten/Kota. Juga dukungan lainnya terkait perumusan program, pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan,” Tandasnya. (*)

Reporter : Syamsul
Editor     : KE


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here