Sudah Lapuk Dimakan Usia, Bangunan SDN Babakan Loa 2-Pangatikan Ambruk

garutexpress.id- Pascadiguyur hujan lebat sejak Senin (14/12/2020) sore bangunan SDN Babakan Loa 2 Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut tiba-tiba ambruk, Selasa (15/12/2020) dini hari.  Salah satu bagian bangunan yanng ambruk parah itu merupakan ruang guru.

Menurut Ully Safitri Dewi, salah seorang guru, atap ruang guru itu ambruk setelah dilanda hujan deras. Tanda-tanda atap akan ambruk sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

“Kejadiannya kata warga sih tadi subuh. Saya sama Bu Kepsek (Kepala Sekolah/red.)  juga enggak tahu kronologisnya. Memang karena sudah lapuk juga bagian atapnya,” ujarnya.

Dari pantauan, semua bagian atap ruang guru itu ambruk. Genting ruangan hancur luluh-lantak. Kayu di bagian atap terlihat sudah lapuk dimakan usia.

Ruang guru itu berada di tengah area sekolah. Dari pintu masuk sekolah, ruang guru berada percis di bagian depan. Sejak ada ancaman kerusakan, pihak sekolah memutuskan memindahkan ruangan guru.

“Sudah kelihatan memang atapnya mau rusak. Jadi dipindahkan sejak tiga bulan lalu,” katanya.

SDN Babakan Loa 2 awalnya terdiri dari dua sekolah. Yakni SDN Babakan Loa 1 dan Babakan Loa 2. Sejak bulan Juli 2020, kedua sekolah itu digabungkan dan menjadi SDN Babakan Loa 2.

“Kalau ruang kelas sudah ada yang direhab. Untuk ruang guru memang sudah puluhan tahun belum direhab,” ucapnya.

Koordinator Korwil Pangatikan, K Kusnadi, mengatakan usai penggabungan sekolah, pihaknya sudah mengajukan untuk merobohkan dua lokal di SDN Babakan Loa 2. Terdiri dari satu ruang guru dan satu kelas.

“Soalnya dua ruangan ini ada di tengah sekolah. Agustus dan September kami ajukan untuk dibongkar. Biar halaman lebih luas,” kata Kusnadi.

Namun hingga kini, izin pengajuan pembongkaran belum turun. Padahal atap di ruang guru sudah terlihat akan ambruk.

“Makanya saya minta untuk guru-guru pindah ruangan ke sebelah. Sebelum ambruk, plafon ruangan juga sudah kelihatan rusak,” ucapnya.

Jika dua ruang itu dibongkar, masih mencukupi kebutuhan ruangan bagi para siswa yang berjumlah 225. Ada sembilan lokal yang tersedia di sekolah tersebut.

“Setelah ada kejadian ini, saya berharap izin untuk pembongkaran bisa dipercepat. Jadi saat nanti tatap muka, halaman sekolah sudah lebih luas,” pungkasnya. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here