Tol Cigatas Segera Dibangun, Kementrian PUPR Mulai Sosialisasi Pembebasan Lahan di Garut

Kades Sukasenang, Iwan Ridwan (peci hitam) mendampingi pihak Kemntrian PUPR pada agenda Sosialisasi Pembebasan Lahan untuk Tol Cigatas, di Aula Kantor Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi,Kabupaten Garut, Rabu (11/11/2011)***

garutexpress.id- Proyek tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau yang sering disebut Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) tahun ini mulai memasuki fase pembebasan lahan. Ditargetkan lahan untuk pembangunan tol lintas selatan itu selesai tahun 2021.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat sedikitnya ada tujuh kecamatan yang akan dilintasi tol. Ada dua gerbang tol yang disediakan pemerintah pusat di Garut.

Sementara itu, saat ini pemerintah melalui Kementrian PUPR serta Pemprov Jawa Barat mulai melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan di beberapa desa di Kabupaten Garut yang nantinya akan terlintasi Tol Cigatas.

Foto : ilustrasi

Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi adalah salah satu Desa yang dipercaya menjadi tempat sosialisasi terkait pembebasan lahan untuk dua desa dan satu kelurahan, Rabu (11/11/2020).

Menurut Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, sosialisasi tersebut diperuntukan bagi warga yang memiliki lahan di Desa Sukasenang dan Desa Mekarsari di Kecamatan Banyuresmi, serta Kelurahan Lengkongjaya yang ada di Kecamatan Karangpawitan.

Menurutnya, ada beberapa hektare lahan yang akan dibebaskan di dua desa di Banyuresmi itu. Namun, saat ini baru tahap sosialiasi dan belum ada kesepakatan harga juah tanahnya.

“Memang ada beberapa heltare lahan warga di desa kami yang akan terlintasi proyek Tol Cigatas. Namin, ini baru sosialisasi (pembebasan lahan) dari pihak Kementrian PUPR. Sosialisasinya bertahap dengan melakukan musyawarah kepada masyarakat terkait kejelasan status tanahnya. Atas nama pemerintah Desa Sukasenang saya haturkan terima kasih kepada pemerintah, baik Kementrian PUPR, Pemprov Jabar dan Pemkab Garut yang telah mempercayai Desa Sukasenang sebagai tempat sosialisasi ini. Semoga proyek pembangunan Tol cigatas ni berjalan lancar,” kata Iwan.

Diharapkannya, untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar di kawasan dua desa dan 1 keluarahan itu nantinya dibangun rest area.

Related Post

“Untuk bisa menambah dan meningkatkan perekonomian warga sekitar, kami berharap di kawasan Desa Sukasenang, Mekarsari dan Kelurahan Lengkongjaya dibangun rest area,” harapnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut, mulai akhir tahun ini (2020) akan ada pembebasan lahan di tujuh kecamatan yang ada di Garut. Total ada 475,63 hektare lahan yang dibutuhkan untuk tol tersebut.

Dari 475,63 hektare lahan yang akan dibebaskan berada di 3.544 bidang tanah tersebar tujuh kecamatan. Mulai dari Kecamatan Kadungora, Leuwigoong, Leles, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota dan Cilawu

“Untuk gerbang tol Cilawu, bisa langsung akses ke kawasan kota. Tol juga akan pangkas perjalanan dari Bandung ke Garut yang biasanya terkena macet,” ucapnya.

Setelah pembebasan lahan selesai di 2021, pembangunan tol akan mulai dikerjakan pada 2022.

“Jika tol ini sudah berjalan, maka itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita, belum lagi akses ke Garut lebih mudah, sektor pariwisata juga bisa tumbuh,” katanya.

Trase ruas tol yang melintasi Kabupaten Garut direncanakan memiliki panjang 37,25 kilometer. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.