Sejumlah Tenaga Kesehatan di Garut Terjangkit Covid-19, 8 Puskesmas 1 Rumah Sakit Terpaksa Ditutup

garutexpress.id- Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut tak kunjung reda. Bahkan, tak hanya masyarakat umum, tenaga medis pun tak sedikit yang terjangkit corona.

Akibat sejumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 berdampak pada ditutupnya beberapa fasitilas kesehatan, di antaranya puskesmas dan satu rumah sakit.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, setelah melakukan tracing kepada tenaga medis, tenaga kesehatan dan karyawan kesehatan di seluruh fasilitas kesehetan (faskes) di Kabupaten Garut ada puluhan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat yang biasa mendapatkan pelayanan Puskesmas, yang ditutup untuk sementara. Mudah-mudahan hanya satu atau dua hari dan selanjutnya dibuka kembali,” tutur Wabup, Sabtu (14/11/2020).

Related Post

Pihaknya menduga, tenaga dan karyawan kesehatan langsung bersinggungan dengan orang yang belakangan diketahui positif Covid-19, dalam kondisi tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD).

“Kalau pakai thermogun tidak bisa terdeteksi, karena tidak demam. Misalnya mau periksa kehamilan, petugas tidak tahu kalau ternyata ibu ada ibu hamil asimtomatik,” ungkapnya, Sabtu (14/11/2020).

Ditambahkannya, dampak dari terjangkitnya beberapa tenaga kesehatan, saat ini ada beberapa puskesmas yang ditutup sementara, kemudian rumah sakit.

“Kami ketahui sampai saat ini, kurang lebih delapan puskesmas dan satu rumah sakit swasta ditutup sementara, pasca ditemukan nakes pada fasilitas kesehatan tersebut terpapar Covid-19,” katanya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.