Over Kredit Tak Bilang Leasing, Pemilik Fortuner Ini Divonis Pidana Penjara 1 Tahun 10 Bulan

ilustrasi

garutexpress.id- Pemilik Toyota Fortuner bernama Saprudin dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Ia melanggar tindak pidana jaminan fidusia karena Fortuner miliknya Ia over kredit tanpa sepengetahuan pihak leasing.

Putusan dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Yandri Roni pada sidang yang berlangsung, (3/11/2020).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Saparudin bin Safar oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 10 bulan,” ucap hakim Yandri Roni saat membacakan amar putusan.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang mengajukan agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama dua tahun. Serta denda Rp 1 juta subsider tiga bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai mana dalam dakwaan yang diatur dan diancam pidana pada pasal 36 Jo Pasal 23 ayat (2) UU No. 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia.

Atas putusan itu terdakwa melalui penasehat hukumnya menyampaikan pikir-pikir.

Hal yang sama juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Saudara punya waktu untuk pikir-pikir selama tujuh hari untuk menerima atau melakukan upaya hukum lain.”

“Hal yang sama juga diberikan kepada jaksa penuntut umum,” kata hakim Yandri Roni.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa Saprudin mengajukan pinjaman senilai Rp 431.350.000 dengan jaminan satu unit Toyota Fortuner warna hitam metalik Nopol BH 1963 MJ kepada PT. MNC FINANCE Cabang Jambi.

Lalu diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia dengan Nomor : W5.00089499.AH.05.01 TAHUN 2018 tanggal 30 Juli 2018. JAM : 10:54:30. yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jambi yang diajukan oleh penerima Fidusia PT. MNC Finance Cabang Jambi.

Dengan ketentuan angsuran senilai Rp 9.773.000 setiap bulannya selama 48 kali angsuran.

Namun dalam perjalanannya terdakwa hanya melakukan tujuh kali angsuran.

Belakangan juga diketahui bahwa terdakwa telah mengalihkan Toyota Fortuner dengan jaminan fidusia itu kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pihak PT MNC Finance.

Atas perbuatannya ini pihak PT MNC Finance kemudian membuat laporan ke Ditreskrimsus Polda Jambi dengan nilai kerugian yang dialami mencapai Rp 300 juta. (*)

Sumber : otomotifnet


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here