Mulai 2021 Sekolah yang Sudah Mapan Tak dapat Dana BOS, 3 Wilayah Ini jadi Prioritas

garutexpress.id- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim berencana untuk memprioritaskan peruntukan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS kepada daerah yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Tahun depan (2021), kami akan prioritaskan kepada sekolah yang jumlah muridnya sedikit dan daerah-daerah terluar, terdepan dan terluar. Karena kasihan sekali dengan dana BOS yang kecil, sekolah itu tidak menerima (dana BOS) yang banyak sekali. Padahal tentu ada biaya-biaya sekolah. Sekecil apa pun pasti ada biaya minimumnya,” kata Nadiem dalam keterangan tulis yang dikutip pada Jumat (6/11/2020).

Nadiem menilai kebijakan ini sebagai upaya pemerintah menjangkau dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T agar mampu mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah di kawasan perkotaan.

Bagi sekolah yang sudah besar dan mapan, Nadiem memastikan tidak akan menerima dana BOS.

Related Post

“Jadi kita akan pastikan, tidak ada dana BOS yang turun tapi untuk teman-teman kita di sekolah-sekolah kecil, daerah terluar, tertinggal itu akan meningkat secara dramatis. Itu adalah yang namanya pro afirmasi, pro rakyat yang membutuhkan. Itu yang sebenarnya,” ujarnya.

Nadiem juga menjelaskan kebebasan penggunaan dana BOS yang keputusan penggunaannya sepenuhnya berada di tangan kepala sekolah.

“Jadi dana BOS sekarang bisa digunakan untuk guru honorer, bisa digunakan untuk beli laptop, beli pulsa, bahkan untuk membantu ekonomi guru-guru honorer. Jadi mohon dimanfaatkan kemerdekaan kepala sekolah dalam mengelola dana BOS tentunya dengan pelaporan yang harus transparan,” ungkapnya. (*)

Sumber: merdeka


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.