Kantong Sandal, Sebuah Produk UMKM Inovasi Abah Usep

Adang Usman alias Abah Usep, pegiat UMKM di Kampung Cibunut, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.***

garutexpress.id- Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua sektor keidupan, terutama sektor ekonomi. Masyarakat saat ini dihadapkan pada kondisi ekonomi yang begitu sulit, khususnya masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Sebagai upaya untuk ‘menyambung hidup’ di tengah pandemi, masyakarakat berupaya menjalankan berbagai usaha di tengah keterbatasannya. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu sektor usaha rumahan yang masih menjadi pilihan sebagai masyarakat untuk tetap bisa bertahan di tengah kesulitan masa pandemi.

Adang Usman (54), warga Kampung Cibunut, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut adalah salah seorang pelaku usaha kecil yang kini masih bisa bertahan dengan memproduksi kantong sandal.

Kantong Sandal merupakan sebuah produk berbahan baku kain laken dan plastik mika. Kantong produksi Adang ini merupakan wadah kemasan yang didesain sederhana untuk mengemas sandal kulit yang biasa dipasarkan produsen kerajinan kulit.

“Ya, kantong sandal ini biasa dipesan para pengrajin dan pengusaha kerajinan kulit, semisal sandal, dompet, tas, jaket kulit dan yang lainnya. Saya membuat kantong sandal ini, sejak musim corona, sebelumnya saya bekerja di Jakarta menjahit berbagai produk dari kulit. Karena semua usaha terhenti, saya pulang lagi ke Garut. Sempat nganggur juga. Tak lama, Alhamdulillah, ada teman saya yang jualan produk dari kulit, seperti sandal, dompet dan jaket. Jadi kantong ini fungsinya untuk mengemas barang yang akan dijual secara online, sehingga produk yang dijual secara online ini menjadi rapih, aman dan cantik,” tutur Adang, yang akrab disapa Abah Usep, saat berbincang besama garutexpress.id, di kediamannya, sekaligus rumah produksinya, Ahad (22/11/2020).

Di tengah menjamurnya jual beli online, Abah Usep mengaku kebanjiran pesanan Kantong Sandal ini, sayangnya keterbatasan modal membuat usahanya berjalan alakadarnya.

Untuk memproduksi kantong sandal ini, Abah Usep mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari membuat pola, memotong hingga menjahit.

“Ya, namanaya juga usaha kecil-kecilan, jadi semuanya dikerjakan sendiri. Mulai dari membuat pola, memotong hingga menjahit. Meskipun pesanan banyak, tak bisa terpenuhi semuanya, karena modal dan tenaganya juga pas-pasan,” ujar Abah, yang sudah dikarunia tiga anak dan dua cucunya, seraya terkekeh.

Abah Usep mengungkapkan, dengan sisa-sisa tenaganya, dalam sehari ia mampu membuat 10 lusin kantong sendal berbagai ukuran. Untuk satu lusin kantong sandal dijual antara Rp 20.000 sampai Rp 50.000, tergantung besar kecilnya ukuran kantong.

“Alhamdulillah, meski labanya tidak besar, saya ‘ngeureuyeuh’ membuat kantong sandal ini. Lumayan bisa buat nyambung kebutuhan sehari-hari. Kalo pesanan sih banyak, namun karena modalnya terbatas yah seginilah yang mampunya. Kalau tak ada halangan, dalam sehari paling saya mampu membuat 10 lusin saja” tuturnya.

Dari 10 lusin kantong sandal yang diproduksinya, setelah dipotong modal untuk bahan baku, Abah Usep mengantongi laba bersih Rp 75.000- Rp 100.000.

Diharapkannya, pemerintah dapat memberikan stimulus permodalan untuk meningkatkan produksinya sehingga bisa meningkatkan jumlah prduksi dan membuka lapangan kerja.

“Tentu saja, saya berharap ada sokongan dari pemerintah. Misalnya bantuan permodalan sehingga bisa meningkatkan produksi yang lebih banyak dan membuka lapangan kerja, itu harapannya saya,” ungkapnya.

Abah Usep mengaku, belakangan ini ia juga telah mendaftar untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM). Namun, sudah dua bulan ini bantuan yang dinantikan belum kunjung datang.

“Memang, saya dan para pelaku UMKM lainnya yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan BLT UMKM. Namun, sudah lebih dari dua bulan ini masih belum cair juga. Rencanaya, kalau memang bantuan itu cair, saya akan gunakan untuk nambah modal prduksi kantong sandal ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muhammad Nabil
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here