Jelang Pensiun Idham Azis, Bursa Calon Kapolri Kembali Mencuat

garutexpress.id- Bursa calon Kapolri kembali mencuat ke publik jelang Kapolri Jenderal Idham Azis pensiun pada awal 2021 mendatang. Nama-nama Jenderal polisi potensial kembali didengungkan ke publik lewat serangkaian prediksi dan pengamatan.

Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi akan ada mutasi besar-besaran di tubuh Polri dalam waktu dekat yang akan menggeser jabatan Inspektur Jenderal (Irjen) naik menjadi Komisaris Jenderal (Komjen).

Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, pergeseran jabatan itu nantinya akan berpengaruh pada bursa Kapolri mendatang pengganti Idham Azis.

“Para perwira yang naik menjadi bintang tiga itu dipastikan akan masuk dalam bursa calon kapolri untuk menggantikan Idham Azis,” kata Neta melalui keterangan resmi, Kamis (12/11/2020).

Lihat juga: IPW Prediksi Ada Mutasi Besar Jelang Idham Azis Pensiun 2021
Dalam periode November hingga Januari 2021 mendatang, kata Neta, setidaknya akan ada tiga Komjen, delapan Irjen, dan 19 Brigjen yang memasuki masa pensiun.

Dia menuturkan, tiga Jenderal bintang tiga yang akan pensiun ialah Kepala BNN Komjen Heru Winarko; Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Komjen Antam Novambar; dan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Widjarnardi.

Menurut dia, posisi itu nantinya akan diisi oleh tiga perwira tinggi berpangkat Irjen yang naik ke Komjen. Mereka yang disebut Neta adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana; Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfhi; dan Kapolda Jawa Timur Irjen M. Fadil.

“Dengan bergesernya sejumlah jenderal bintang dua menjadi bintang tiga, bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis akan semakin riuh,” ucapnya.

Beda halnya dengan IPW, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) saat ini masih menelusuri rekam jejak para perwira tinggi (Pati) Polri yang memiliki potensi dan memenuhi syarat untuk menggantikan Idham Azis.

Kompolnas, memiliki wewenang untuk memberi saran dan mengusulkan nama-nama kandidat calon Kapolri kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Kompolnas secara terus menerus memantau dan menelusuri rekam jejak para perwira tinggi Polri yang potensial dan memenuhi syarat, sehingga ketika diminta mengajukan maka bahan tersebut siap,” kata Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny J Mamoto, saat dhubungi awak media.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih ‘merangking’ nama-nama Jenderal yang potensial untuk menggeser Idham Azis saat pensiun.

Nantinya, kata Benny, Menkopolhukam yang juga merangkap sebagai Ketua Kompolnas akan meminta laporan dari hasil penelusuran rekam jejak para kandidat sebelum dilakukan uji kelayakan di DPR.

“Penyerahan ke Presiden juga memperhitungkan tenggat waktu proses fit and proper test di DPR sehingga tidak lewat waktu,” ucapnya.

Dalam riuhnya bursa calon Kapolri ini, Mabes Polri menegaskan bahwa pengangkatan Kapolri baru sepenuhnya menjadi hak prerogatif dari Presiden RI.

Namun demikian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan menghormati pendapat-pendapat dari luar institusi terkait bursa calon kapolri tersebut.

“Mari sama-sama kita tunggu bagaimana keputusannya, nanti tentu pada waktunya dari bapak presiden akan menentukan itu,” ucap Awi.

Jenderal Pol Idham Azis akan memasuki masa purnatugas pada Januari tahun depan lantaran sudah berusia 58 tahun.

Sepanjang berkarir di kepolisian, Idham lebih banyak bergelut dalam bidang reserse. Sebelum diangkat menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian, dia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Komisi III DPR RI menyetujui pencalonannya sebagai Kapolri usai uji kepatutan dan kelayakan pada Oktober 2019. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantiknya secara resmi sebagai Kapolri di Istana Negara pada 1 November 2019.(*)

Sumber : cnnindonesia


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here