Honor Guru Bantu Belum Dibayar, Disdik Garut Menunggu Kepastian Pemprov Jabar

garuexpress.id- Rencana pertemuan antar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut dan Disdik Provinsi Jawa Barat terkait honor guru bantu yang belum dibayarkan batal digelar. Disdik Garut masih menunggu jadwal pertemuan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Sekretaris Disdik Garut, Ade Manadin, menyebut pertemuan tersebut tidak jadi digelar pada Rabu (11/11/2020). Pihak Disdik provinsi meminta untuk menjadwal ulang pertemuan itu.

“Tidak ke Disdik provinsi, karena mereka minta jadwal ulang. Belum diagendakan lagi karena sedang ada kegiatan di provinsinya,” ujar Ade saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Kepala Disdik Garut, Totong, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemprov Jabar terkait honor guru bantu yang belum dibayar selama 11 bulan. Berbagai permasalahan yang diutarakan guru bantu juga sudah disampaikan ke provinsi.

“Sudah kami sampaikan terutama ke Bappeda provinsi. Usulan dan penguatan dari bupati sudah kami sampaikan juga untuk penyelesaian guru bantu ini,” katanya.

Penganggaran honor guru bantu untuk tahun ini dipastikan sudah tak bisa dilakukan. Meski begitu, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk honor guru bantu di tahun 2021.

“Jadi tahun depan kami usulkannya dua kali lipat. Kalau tahun sekarang kan (anggaran) sudah final. Penyelesaiannya bisa dilakukan di 2021,” ucapnya.

Menurut Totong, pengusulan anggaran sudah dilakukan. Tinggal bagaimana mendorong agar anggaran tersebut bisa muncul di APBD provinsi. Pihaknya optimistis, semua honor guru bantu bisa diselesaikan di 2021.

Terkait nasib para guru bantu di tahun ini dengan tak dibayarnya honor, Totong menyebut tak bisa berbuat banyak. Dana talang pun tak bisa diberikan karena ada regulasi untuk penganggaran.

“Harus sesuai regulasi untuk penganggaran itu. Sudah kami usulkan ke Bankeu (bantuan keuangan) provinsi, diharapkan ada solusi-solusi,” ujarnya.

Artinya para guru bantu harus kembali bersabar dengan menunggu pembayaran honor hingga tahun depan. Itupun jika usulan anggaran sudah dimasukan ke dalam APBD murni 2021.

“Bagaiamana sekarang dorong sama-sama. Pemkab garut akan berupaya. Tujuan kami ini, selesai untuk guru bantu itu pasti kami lakukan. Yang jadi persyaratan apapun dari provinsi kami akan  ikuti. Konteksnya melayani teman-teman guru bantu,” katanya.

Totong akan berusaha maksimal agar honor guru bantu ini bisa segera diterima. Ia pun mengharapkan dukungan dari organisasi profesi dan anggota dewan daerah pemilihan Garut agar nasib guru bantu bisa segera terselesaikan. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here