Hampir Setahun Honor Guru Bantu Tak Dibayar, Pemkab Garut Bingung Cari Solusi

garutexpress.id- Tak dibayarnya honor guru bantu (GB) di Kabupaten Garut hampir setahun, masih belum ditemukan solusinya. Pemkab Garut pun tak bisa membayar honor GB karena tak masuk dalam penganggaran.

Sementara terkait belum terbayarkannya honor para guuru bantu ini, pihak Pemkab Garut sendiri nampak masih kebingungan.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, pihaknya masih mencari solusi untuk honor para GB. Apalagi upah para GB itu bersumber dari APBD provinsi.

“Besok Disdik Garut sama Disdik provinsi akan bertemu untuk cari solusinya. Kami juga enggak tahu kenapa tidak dianggarkan,” ujar Helmi ditemui di Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Selasa (10/11/2020).

Seharusnya honor para GB yang diangkat berdasarkan SK Gubernur Jabar tahun 2005 itu tak perlu diusulkan kembali oleh Pemkab Garut. Anggaran para GB otomatis harus ada di dalam APBD provinsi.

“Sebenarnya kami sudah mengusulkan ke provinsi tapi ternyata tahun 2020 tidak ada dalam bantuan keuanhan. Di dinas (pendidikan) provinsi juga tidak ada, jadi memang tidak ada honor untuk mereka padahal mereka kan masih bekerja,” katanya.

Terkait honor untuk guru bantu, Pemkab Garut melalui Dinas Pendidikan Garut sudah mengusulkan kembali kepada provinsi untuk diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Helmi tak mau mencari siapa yang salah, terpenting upah para GB bisa segera dibayarkan.

“Mekanisme tahun kemarin itu honornya itu diberikan kepada yang bersangkutan melalui bantuan keuangan ke daerah,” katanya.

Soal dana talangan untuk membayar honor para GB, Helmi menyebut tengah dipikirkan. Pada anggaran perubahan provinsi pun, pihaknya telah mengusulkan anggaran bagi GB di Garut. Namun lagi-lagi, tak muncul anggaran bari para GB.

Menanggapi terlanjur tidak diberikannya honor GB pada tahun ini, pihaknya pun telah menanyakan ke provinsi. Sementara ini, kata Helmi belum ada jawaban terkait masalah tersebut.

“Saya kira honornya sudah dianggarkan tahun ini, karena sudah rutin setiap tahun. Tapi nyatanya tidak ada. Padahal sudah diajukan waktu perubahan juga,” ucapnya.

“Kalau tahu seperti ini, kami bisa menganggarkan. Sekarang sudah sulit soalnya anggaran tahun ini sudah ketok palu. Bahkan sudah pembahasan untuk anggaran tahun depan,” katanya.

Sebelumnya, puluhan guru bantu (GB) di Kabupaten Garut menggeruduk Kantor Bupati Garut. Mereka mengeluhkan belum cairnya upah GB selama 11 bulan di tahun ini.

Koordinator GB Kabupaten Garut, Misbah, menyebut sejak awal tahun para GB di Garut berjumlah 63 orang tak mendapatkan upah sepeser pun. Pasalnya, anggaran untuk upah GB tak terdapat di draft APBD provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, para GB di Garut mendapat surat keputusan (SK) pengangkatan pada tahun 2005. SK itu ditanda tangani oleh Gubernut Jawa Barat, Dani Setiawan. Para GB berhak menerima upah yang berasal dari Pemprov Jabar.

“Cuma tahun ini, upah dari provinsi tidak kami terima. Enggak tahu kesalahan atau telat mengusulkan dari Disdik (Dinas Pendidikan) Garutnya. Kemungkinan ada kelalaian saat mengusulkan ke provinsi dari dinasnya,” ucap Misbah di Kantor Bupati Garut, Senin (9/11/2020).

Sejak diangkat menjadi GB, baru tahun ini para guru tak mendapat upah hingga 11 bulan. Padahal di tengah pandemi Covid-19, para guru sangat membutuhkan honor tersebut.

Besaran honor yang seharusnya dibayarkan per bulan yakni Rp 2,2 juta per GB. Jika selama 11 bulan tak dibayar, setiap orang mempunyai honor hingga Rp 24,2 juta.

Total tunggakan pemerintah ke para GB di Kabupaten Garut ini mencapai Rp 1,5 miliar. Misbah menyebut, pada anggaran murni Pemprov Jabar honor para GB di Garut tak tercantum.(*)

Reporter : FW
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here