Tertunda Setahun, Proyek ‘Amazing Garut’ akan Diajukan untuk Anggaran Tahun 2021

garutexpress.id – Sejumlah proyek pembangunan yang disebut ‘Amazing Garut’ setahun sudah tertunda. Beberapa rencana pengerjaan proyek besar pada tahun 2020, tidak dimasukan pada APBD perubahan dan akan diajukan kembali untuk program pembangunan tahun 2021.

“Tahun 2020 Dinas PUPR mendapatkan dana cukup besar (dari APBD Kabupaten/red), termasuk dari DAU DAK dan APBD Provinsi, dalam perjalanan ada pandemi Covid-19 sehingga ada refokusing anggaran,” kata Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Garut, Asep Oo Kosasih kepada awak media, baru-baru ini.

Menurutnya, pada Dinas PUPR sendiri banyak kegiatan yang akhirnya harus direfokusing. Termasuk efisiensi hingga 100 persen untuk pengerjaan infrastruktur berskala besar (Amazing Garut). Di antaranya yang sudah masuk pada proses lelang pun dihentikan di tengah jalan.

Asep menyebut, Pembangunan yang termasuk dalam program Amazing Garut dan tertunda dibangun tahun ini di antaranya penyelesaian pembangunan jalan baru, stadion hingga Aquatik yang diperuntukkan olahraga renang dan loncat indah itu.

“Untuk pembangunan stadion dan aquatik awalnya ada dari DAU DAK, tapi akhirnya diefisiensi. Situasi Covid-19 belum berakhir masih terjadi peningkatan. Memang untuk anggaran perubahan tidak ada perubahan setelah efisiensi tersebut. Kegiatan untuk amazing tidak ada (pada tahun 2020/red.) jadi diusulkan ke tahun 2021,” ungkapnya.

Dikatakannya, meski belum mengetahui kapan Porda itu dilaksanakan, khusus Aquatik, jika anggaran tersedia dan tidak terjadi refokusing kembali sebagaimana terjadi tahun 2020, maka pada tahun 2021 diprediksi pembangunan sarana dan prasarana olahraga itu bisa selesai.

“Penyelesaian pembangunan jalan yang harus selesai ada ruas jalan baru Cipanas Kadungora-Leles dan bypass, kemudian stadion dan sarana aquatik, jembatan, itu tidak dimasukan ke perubahan. Bukan hanya anggaran tapi mengingat waktu juga, kan pada masa anggaran perubahan hanya ada 2 sampai 3 bulan saja. Sementara pelaksanaan konstruksinya bisa enam sampai delapan bulan,” katanya.

Ditambahkannya, beberapa program yang sempat tertunda, pihaknya akan kembali mengajukan untuk tahun depan. Baik itu program pembangunan dari APBD Kabupaten, Provinsi, DAU maupun DAK yang diefisiensi mencapai Rp 193 miliar.

“Memang untuk tahun depan seperti stadion asalnya Rp 50 miliar, jadi Rp 25 miliar. Sementara untuk implementasi (angggaran) perubahan lebih ke perencanaan teknis untuk tahun 2021, seperti untuk perijinan, lelang dan lain-lain. Misalnya, untuk Stadion dan Aquatik di KUA PPAS sudah disepakati dalam RAPBD sudah direncanakan tersedia, rencana November-Desember (2020) dilakukan lelang sehingga tahun depan tinggal pengerjaan,” pungkasnya. (*)

Sumber : rdp


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here