Soal Anggaran Pasien Covid-19, Kadinkes Garut Bantah Pernyataan Bupati

dr. Maskut Faridz (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut)***

garutexpress.id- Penyataan Bupati Garut, Rudy Gunawan yang menyebut bahwa Dinas Kesehatan Garut tak puna anggaran untuk merawat 75 pasien Covid-19, dibantah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Maskut Faridz.

Maskut menegaskan, bahwa anggaran untuk merawat ke 75 pasien itu sebenarnya ada. Hanya saja sebelumnya mnjadi polemik, artinya apakah anggaran untuk perawatan itu akan ditangani oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) atau Pemkab Garut.

“Memang ini polemik, artinya apa mau klaimkan ke Kemenkes, apakah mau ditangani Pemkab Garut. Kalau itu diklaimkan berari tidak usah ada anggaran makan minum segala macam. Tapi kalau tidak diklaimkan berarti semuanya diberesin Pemkab Garut sela macamnya,” ungkap Maskut.

dr. Maskut Faridz (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut)***

Menurutnya, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Medina itu akhirnya ditangani oleh anggaran Pemkab Garut, karena Kemenkes tidak jelas dalam menagani rumah sakit darurat.

“Yang 75 pasien itu sudah ditangani oleh Pemkab Garut. Kemkes tidak jelas menangani rumah sakit darurat seperti apa prosesnya masih ragu-ragu. Anggarannya ada, hanya saja administrasinya yang tidak jelas,” tukasnya.

Disinggung soal isu di tengah masyarakat terkait adanya dugaan rekayasa, jika ada warga yang mau disebut pasien positif Covid-19 akan dibayar Rp 20 Juta. Masku dengan tegas membantahnya.

“Enggak ada itu. Kan semuanya ada proses saling konfirmasi dari gugus tugas, rumah sakit, hasil lab dan pihak lain. Jadi tak mungkin itu terjadi,” tandasnya.

Diungkapkannya, anggaran biaya yang dikeluarkan untuk menangani pasien Covid-19 tidak sama, tergantung dari kasusnya. Jika klaim satu orang kalau kasusnya berat hingga ke ICU lebih mahal. Tapi kalau kasusnya ringan hanya makan saja di rumah sakit murah.

“Tapimkalau kasusnyanya berat itu bisa sampai Rp 20 Juta (anggarannya), kalu lebih berat bisa lebih dari Rp 20 Juta. Bisa juga kurang, tergantung penanganannya,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Garut, Rudy Gunawan marah-marah saat memimpin apel pagi gabungan di lapangan Setda Garut, Senin (19/10/2020) lalu. Saat menyampaikan pidato di hadapan sejumlah pejabat Garut, Rudy menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja anak buahnya di lingkungan Pemkab Garut, dan yag paling disorot Dinkes Garut. (*)

Reporter : Papap
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here