Sejumlah Wilayah Garut Selatan Terendam, BPBD Tetapkan Status Siaga Bencana di 17 Kecamatan

garutexpress.id- Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut, sedikitnya ada 6 Kecamatan yang terdampak banjir bandang, pada Senin (12/10/2020) pagi.

“Pameungpeuk dan Cikelet yang paling parah. Saya pun akan berangkat sekarang (ke Garut Selatan), akan meninjau kesana dan akan mengirim 10 ton beras dan lauk -pauknya,” ujar Rudy.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menybeut di Pameungpeuk terdapat empat kampung yang terendam banjir. Sedangkan di Cibalong, ada 110 rumah yang terendam.

“Di Cikelet ada satu kampung yang kebanjiran. Tim dari BPBD, Damkar, dan Dinsos sudah ke Pameungpeuk untuk melakukan penanggulangan,” ucap Tubagus di Kantor BPBD Garut, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, banjir bandang berasal dari meluapnya Sungai Cipalebuh da Cikaso di Pameungpeuk, Sungai Cibera di Cibalong, dan Sungai Cipasarangan di Cikelet.

Hujan deras melanda wilayah selatan sejak pukul 22.00.WIB Ratusan warga kini sudah diungsikan ke lokasi yang lebih aman, seperti Kantor Kecamatan Pameungpeuk.

“Warga sudah kami ungsikan ke lokasi lebih aman. Sampai sekarang masih turun hujan di sana,” katanya.

Sementara di Kecamatan Cibalong lebih dari 110 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian hampir satu meter.

Hujan deras yang terjadi di sejumlah titik di Jawa Barat sejak Minggu (11/10/2020) malam, memicu banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020).

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana pada BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu, mengatakan di Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (12/10) pukul 01.30 WIB, terjadi kejadian tanah longsor di Kampung Kalanganyar-Leuwihieum, Desa Mandalahayu, Kecamatan Salopa.

“Pada Minggu malam 11 Oktober 2020 terjadi hujan deras hingga menyebabkan terjadinya longsor karena kontur tanah yang agak labil. Sebagian badan jalan tertimbun longsoran tanah sehingga menghambat arus lalu lintas,” katanya melalui ponsel, Senin (12/10/2020).

Budi mengatakan tidak ada korban dari kejadian tersebut. BPBD Provinsi Jawa Barat memantau dan melakukan Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, termasuk di antaranya Babinsa dan Kapolsek kecamatan Salopa.

Budi mengatakan pada hari yang sama, pukul 04.00 WIB telah terjadi kejadian banjir bandang menerjang 10 desa di tiga kecamatan, di Kabupaten Garut.

Hujan deras turun hingga menyebabkan meluapnya Sungai Cipalebuh, Cikaso, dan Cibera, kemudian mengakibatkan banjir bandang.

Buapti Garut, Rudy Gunawan menjelaskan, selain banjir bandang, juga terjadi longsor dan pergeseran tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga bencana di 17 kecamatan, dinyatakan rawan bencana longsor, pergeseran tanah dan banjir dan yang tren sekarang Megathrust.

“Saat ini beberapa daerah terendam banjir, yang paling tinggi itu sekitar 80 cm, di Kampung Segleng Pameungpeuk. Yang lainnya sungai sudah terkikis dan dalam kondisi bahaya,” jelasnya.

Rudy menegaskan, Untuk lokasi pengungsian akan ditempatkan di sekolah-sekolah dasar dan akan dibuka juga dapur umum oleh Tagana Dinas Sosial Kabupaten Garut .

“Kerusakan sedang dihitung, karena ini terjadi jam 4.00 WIB sekitar waktu subuh, laporan korban tidak ada, hanya yang mengungsi sudah sekitar 1000 orang, karena kondisi tempat tinggalnya tidak nyaman. Ada juga sekolah SMP yang terrendam,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here