Ratusan Siswa Terdampak Banjir di Garsel, Mereka Berharap Ada Bantuan Alat Sekolah

garutexpress.id- Pascabencana banjir dan longsorng yang menerjang kawasan Garut selatan (Garsel) pada Senin (11/10/2020) berbagai bantuan mulai berdatangan. Rata-rata bantuan yang brdatangan itu berupa sembako.

Padahal, selain sembako warga terdampak musibah tersebut, khususnya anak anak pelajar sangat membutuhkan alat sekolah juga untuk pendukung belajar merea di tengah pandemi ini.

Demikian diungkapkan Kepala Kordinator (Korwil) Pendidikan Kecamatan Pameungpeuk Ahmad Sapari,S.Pd,MM yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020).

Menurut Ahamad, sedikitnya ada 273 siswa di daerah terdampak musibah banjir dan longsor kini butuh alat sekolah untuk penunjang belajarnya.

Ke 273 siswa tersebut rata-rata dari tingkat TK/Kober hingga setingkat SMP/MTs dan tersebar di sejumlah wilayah yang meliputi Desa Paas, Mandalakasih, Pameungpeuk, Jatimulya dan Desa Mancagahar. Yang paling parah terdampak, mereka yang tinggal di Desa Paas, Mandalakasih, dan Desa Pameungpeuk.

“Mereka yang rumahnya kebanjiran sangat berharap bantuan alat penunjang sekolah ini. Karena tak satu pun para dermawan atau organisasi kemanusian yang menyumbang alat-alat sekolah bagi siswa Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Atas. Entah barangkali anak-anak karena tidak belajar dengan tatap muka. Padahal meskioun tidak belajar dengan tatap muka, semua anak sekolah mulai dari siswa SD sampai dengan SMK/SMA belajar tetap berjalan, walapun dengan memanfaatkan fasilitas HP/IT,tapi peralatan sekolah tetap dipergunakan seperti buku dan yang lainnya,” ungkapnya. (*)

Reporter : Iwan Setiawan
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here