Pascabanjir-Longsor di Garsel, Dinas PUPR Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran untuk Perbaikan

garutexpress.id- Pascabanjir dan longsor di kawasan Garut Selatan (Garsel) beberapa waktu lalu, sejumlah infrastruktur di kawasan tersebut mengalami kerusakan serius. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Garut mencatat, sedikitnya ada tiga ruas jalur jalan, 9 jembatan rawayan, dan satu jembatan semi permanen di kawasan Garut Selatan yang rusak akibat terjangan banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah, yang terjadi 11-12 Oktober 2029 lalu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Garut, Harry Hardiman, ketiga ruas jalan kabupaten yang rusak itu di antaranya jalur Singajaya – Toblong di Kecamatan Peundeuy. jalur Kampung Kiarakohok-Linggamanik Kecamatan Cikelet, dan jalur Kampung Bojong-Panyindangan Kecamatan Pameungpeuk.

“Kita sudah melakukan penanganan. Ruas jalan itu sudah diperbaiki, kendaraan sudah bisa lewat. Tapi tetap ke depannya harus diperbaiki secara permanen, ” ujar Harry di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

Ditambahkannya,sedangkan untuk jembatan rawayan (jembatan gantung) merupakan jembatan penghubung antar desa yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Ada sembilan jembatan di Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk dan Cikelet yang rusak total, hanyut terbawa arus banjir bandang.

Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih mendata dan menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan dan ruas jalan yang rusak tersebut. Sekaligus menentukan apakah anggaran perbaikan itu dari biaya tidak terduga (BTT) atau dari APBD Pemkab Garut.

“Kalau harus dari APBD tentunya akan dilaksanakan perbaikan secara permanen pada anggaran tahun depan. Minggu depan mudah-mudahan pendataan fasilitas yang rusak serta kebutuhan anggaran untuk perbaikan sudah bisa diketahui,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here