Pascabanjir Bandang, Warga Pameungpeuk-Garut Kesulitan Air Bersih dan Pasokan Listrik

garutexpress.id- Pascasurutnya banjir bandang di kawasan selatan Garut, kini warga sekitar dihadapkan dengan sulitnya pasokan air bersuh dan listrik. Pasokan air bersih paling dibutuhkan warga Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Matinya aliran listrik juga membuat warga kesulitan untuk melakukan komunikasi.

Kepala Desa Mandalakasih, Kecamatan Pameungpeuk, Iwan Darmawan menyebut di wilayahnya sedikitnya ada 1000 unit rumah yang terendam banjir.  Rumah rumah warga tersebut tersebar di Kampung Asisor, Sukapura, Sukagalih, dan yang paling parah di Leuwi Simar yang lokasinya tak jauh dari bantaran sungai.

“Rumah warga mulai terendam air sejak pukul 04.00. WIB. Kebetulan saya ada di tempat dan semua warga terselamatkan kecuali barang-barang,” kata Iwan, Senin (12/10/ 2020).

Iwan mengaku saat ini warga sangat membutuhkan air bersih. Selain untuk minum, air bersih juga dibutuhkan untuk membersihkan lumpur di dalam rumah.

“Kami juga harap listrik bisa cepat hidup. Soalnya jaringan listrik yang mati membuat komunikasi jadi susah. Sinyal telepon jadi jelek,” pungkasnya.

Hewan ternak milik warga juga banyak yang hilang terbawa banjir. Sebagian warga sudah diungsikan ke kantor kecamatan, desa, dan Koramil saat banjir terjadi.

“Tidak ada korban jiwa. Cuma materi saja karena banyak barang yang terbawa hanyut. Kerugian ditaksir sekitar Rp200 jutaan,” jelasnya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Jawa Barat, Agung Nugraha menyebut bahwa banjir yang terjadi di Garut selatan menyebabkan 298 gardu PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat terkena dampaknya. Saat ini, gardu-gardu tersebut masih terendam banjir.

“Kami akan tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi terdampak banjir. Sementara kami amankan listriknya sampai benar-benar siap untuk dinyalakan agar masyarakat terhindar dari sengatan listrik,” sebut Agung.

Agung juga memohon maaf dan pengertian kepada warga bila terjadi pemadaman listrik di lokasi yang terdampak banjir dan wilayah sekitarnya.

“Terpaksa kami lakukan demi keselamatan warga yang terdampak banjir,” tandasnya. (*)

 

Sumber : pr

Editor    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here