Pantau Para Mantan Pecandu, BNN Garut Gerakan Relawan di Dua Kecamatan

garutexpress.id- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, saat ini tengah menggerakan puluhan relawan di tiga desa yang berada di dua Kecamatan di Kabupaten Garut dalam program peningkatan kapasitas intervensi berbasis masyarakat.

Para relawan ini memiliki tugas untuk mengajak dan memantau para mantan pecandu setelah menjalani rehabilitasi selama beberapa bulan.

“Jadi memang saat ini kita sedang mencoba di tiga desa di Garut. Ada puluhan relawan desa yang bertugas memantau dan mengajak mantan pecandu ini aktif berkegiatan di tengah masyarakat setelah selesai menjalani rehabilitasi. Jadi masyarakat dituntut untuk berperan aktif memberikan informasi terkait layanan rehabilitasi yang mana layanan ini dimulai  dari masyarakat oleh masyarakat untuk masyarakat,” kata Kepala BNNK Garut, AKBP Irzan Haryono.

Di setiap desa, disebut Irzan, sedikitnya terdapat 10 relawan. Mereka memiliki tugas memantau dan juga mengajak para mantan pecandu.

“Yang dipantau adalah aktivitasnya, jangan sampai kemudian bersentuhan lagi dengan narkotika. Jadi kalau ada yang mencurigakan, akan melapor ke kita dan kita akan langsung ingatkan,” sebutnya.

Namun selain itu juga, para relawan pun bertugas agar para mantan pecandu selalu diajak aktif berkegiatan di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi keharusan karena selama ini pecandu kerap distigma negatif oleh masyarakat padahal menurutnya mereka adalah korban.

Titik akhir daripada tugas para relawan, menurut Irzan, adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat agar meningkatkan sistem imun kepada narkoba. Menurutnya, bisa saja munculnya pecandu karena kurang pedulinya masyarakat lingkungan sekitarnya.

“Saya memberikan pemahaman bahwa masyarakat kalau menemukan ada yang sedang memakai atau menjual narkoba bisa mengamankan. Namun ada aturan-aturan yang harus dilakukan, jangan malah kemudian diberikan sanksi di luar hukum,” jelasnya.

Saat ini, ungkap Irzan, jumlah warga yang menjalani rehab setiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Di tahun ini, jumlah warga yang direhab mayoritas merupakan kelas pekerja dengan jenis narkotika yang paling banyak digunakan adalah sabu-sabu.

Rentang usia mereka yang di tahun ini menjalani rehab, mulai dari 19 sampai 30 tahun. “Kalau tahun sebelumnya paling banyak direhab adalah pelajar. Mereka kebanyak menggunakan psikotropika. Dengan adanya relawan ini, harapan kita ada kepedulian lebih dan berani memerangi peredaran narkoba,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tim GE

Editor      : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here