Momentum Hari Santri 2020, Pemkab Garut Dorong Perizinan Pondok Pesantren

garutexpress.id- Di dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional tahun ini (2020), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, mendorong pondok pesantren yang belum melengkapi perizinannya untuk segera melengkapinya. Hal itu agar ke depan lebih mudah menjalin sinergitas antara pemerintah daerah dengan pesantren dalam membangun Garut lebih baik.

Demikian diungkapkan dr Helmi Budiman, saat menyampaikan pidato sambutannya dalam rangka memperingati Hari Santi Nasional di llapangan Setda Kabupaten Garut, Kamis (22/10/2020).

“Sebenarnya mudah untuk proses izin pesantren itu, dan memang harus diupayakan mempunyai lembaga,” kata Helmi Budiman.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menjadi Inspektur Upacara pada Hari Santri Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Garut, di Lapang Apel Setda Garut, Kamis (22/10/2020). (Foto : Yogi Budiman/Diskominfo Garut).***

Menurut Helmi, di Kabupaten Garut, saat ini memiliki banyak pondok pesantren yang sudah memiliki izin maupun belum, tercatat yang sudah berizin sebanyak 1.200 pesantren.

Diungkapkannya, pondok pesantren yang sudah memiliki legalitas operasional akan memudahkan pemerintah melakukan pendataan sekaligus membangun sinergitas untuk menjadi Garut lebih maju.

“Kita mudah untuk melakukan pendataan, termasuk bersinergi membangun Kabupaten Garut,” tandasnya.

Helmi menyebut, Pemkab Garut terus berupaya membangun sinergi dengan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang memiliki peran untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Perannya (pesanten) yang sangat penting itu, maka pemerintah menetapkan Hari Santri Nasional pada 22 November sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap perjuangan santri untuk bangsa dan negara.

Ia menambahkan, khusus peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Garut diselenggarakan secara sederhana dengan menggelar upacara terbatas dan mematuhi protokol kesehatan.

Pada upacara peringatan Hari Santri Nasional taun 2020 ini digelar agak berbeda, karenda dilaksanakan di tengah masih mewabahnya Covid-19. Untuk itu  acara perngatan hanya dihadiri perwakilan santri maupun ulama dari sejumlah pondok pesantren di Garut. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here