Mengerikan! Detik-detik Rumah Seorang Guru di Cisompet Ambruk Tertimbun Longsor

garutexpress.id- Intensitas hujan tinggi pada Minggu (11/10)2020) malam hingga Senin (12/10/2020) pagi menghancurkan sejumlah infrastruktur di beberapa kawasan Garut Selatan. Beberapa akses jalan desa di kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, ruas jalan raya provinsi di betulan Kampung Cigadog, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut tertutup material longsor sehingga menyebabkan arus lalulintas tersendat.

Pascalongsor, kondisi rumah milik Yongki Gusreray di Kampung Ciseupan, Desa Cisompet, Kabupaten Garut, nyaris rata dengan tanah, Senin (12/10/2020)***

Sementara itu, akibat tertimbun material longsor sebuah rumah milik Yongki Gusreray salah seorang guru SMP 3 Cisompet di Kampung Ciseupan, Desa Cisompet, Kabupaten Garut ambruk hingga rata dengan tanah.

Meski tidak sampai merenggut korban jiwa, akibat musibah ini semua harta benda milik koraban hancur. Seialin perabon yang ada di dalam rumah tersebut, 1 unit mobil dan 1 unit speda motor turut hancur tertimbun material longsor dan reruntuhan rumah yang ambruk.

Menurut Ferdi, kaka kandung pemilik rumah yang ambruk, semua perabotan tak ada satupun yang terselamatkan, semuanya hancur tertimbun longsor.

“Ya, hancur semuanya (tertimbun longsor).Ukuran rumahnya 10×10 meter persegi. Semua perabotan dan 1 unit mobil beserta 1 unit sepeda motor hancur tertimpa reruntuhan rumah. Kerugian ditaksir sekitar Rp 350,” ungkap Ferdi.

Menurut Koswara, salah seorang rekan korban sesama guru, mengisahkan kronologis sebelum musibah mengerikan itu terjadi.

“Pada Minggu malam sampai hari Senin pagi hujannya lebat. Pas hari Senin, sekitar jam 4 subuh bngun seperti biasa melakukan aktivitas biasa dan mengecek saluran saluran air takutnya ada yang mampet. Jam 5 – jam 7 karna dingin, tidur lagi. Jam 7, pas bngun turun ke bawah/ rumah lntai bawah sambil ambil HP, buka gordeng jendela, lihat-lihat ke luar.

Waktu buka jndela ada suara seperti patahan batang atau ranting kering dan terlihat sedikit longsor kecil bambu berjarak 15 meteran dari rumah.  Karena penasaran naik ke atas tadinya mau melihat longsoran itu. Pas sampai di atas dari jendela melihat pohon kelapa dan pohon lainnya bergerak seperti akan jatuh beserta suara yang mulai gemuruh.

Di situlah mulai ada rasa panik. Kepikiran mau smbunyi di kamar tapi akhirnya memutuskan keluar dari pintu atas, karena dinding rumah atas sudah pada jebol. Keluar pintu sambil lari ke arah parabola, di situ rumah pak Yonki sudah mulai hancur dan atapnya sudah di bawah di atas jalan,” tutur Koswara, mengisahkan kejadian mengerikan itu kepada garutexpress.id via pesan aplikasi Whatsapp , Selasa (13/10/2020) (*)

Reporter : Iwan Setiawan
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here