KKG, Wadah Para Guru untuk Menambah Ilmu dan Menyamakan Persepsi

garutexpress.id- Selama masa pandemi Covid-19 semua kegiatan hampir bisa dikatakan hampir lumpuh total. Termasuk sektor pendidikan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. KBM tatap muka ini diganti dengan belajar online atau daring (dalam jaringan) secara virtual melalui aplikasi internet.

Sebagai upaya untuk menjaga stabilitas sektor pendidikan, baru-baru ini Kelompok Kerja Guru (KKG) Ki Hajar Dewan Toro di kelompok Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut menggelar kegiatan pembinaan di lingkungan pendidikan setempat.

Kali ini kegiatan yang dilakukan KKG berbeda seperti di masa normal. Pihak penyelenggara menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, meski di wilayah Cisompet terkatagori sebagai zona hijau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Korwil Pendidikan setempat serta, para pengawas dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

Sumpena, S.Pd., M.Si., meski pandemi Covid-19 masih belum hilang, pendidikan terhadap peserta didik tetap harus brlangsung dengan tetap mengedepankan kesehatan pendidik maupun peserta didik.

“Meskipun kita belum bisa melaksanakan tatap muka dengan peserta didik, KBM harus tetap dilaksanakan sesuai dengan anjuran Presiden. Karena pendidikan terhadap anak tidak boleh menurun. Meskipun pandemi covid-19 belum benar-benar berakhir. Transper ilmu pengetahuan kepada siswa tetap kita upayayakan dengan cara luring, daring dan bdr. Apalagi sekarang pihak pemerintah telah memberi kuota (internet) untuk melakukan pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Rukmana S.Pd., M.Pd., selaku pengawas bina, menyampaikan materinya seputar edukasi terkait kurikulum darurat.

“Sosialiasi edukasi terkait kurikulum darurat terus harus kita sampaikan. Apalagi sekitar bulan Desember akan dilaksanakan assesmen terhadap siswa terkait pembelajaran luring,daring dan bdr. Yang dimaksud dengan assesmen yaitu untuk mengukur sejauh mana keberhasilan siswa dalam belajar melalui luring,daring dan bdr,” ungkapnya.

Sementara sejumlah guru mengaku kesulitan terkait dengan belajar online, karena tidak semua siswa memiliki Hp android. Para guru menyebut, tingkat ekonomi orang tua siswa tidak sama. Disamping itu, singnal jaringan internet yang tidak ada di setiap kampung juga menjadi kendala tersendiri.

Agus Sugianto,S.Pd.SD., salah seorang kepala sekolah di kawasan Cisompet mengatakan kegiatan KKG ini sangat penting untuk menyamakan persepsi.

“Kami tidak menyelenggarakan KKG sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021.Biasanya kami dalam setahun melaksanakan KKG tiga bulan sekali. Kegiatan KKG ini sangat penting bagi kami semua. Di antaranya untuk menyamakan persepsi atau menyusun jadwal kegiatan,RPP dan administrasi yang lainnya,serta saling bertukar pikiran, berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengajar di sekolah masing-masing,” tutur Agus. (*)

Reporter : Iwan Setiawan
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here