Hasil Musda X Partai Golkar Garut Digugat, Mahkamah Partai Mulai Gelar Sidang

garutexpress.id- Pelaksanaan Musda X Partai  Goklar Garut yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2020 hingga saat ini masih menyisakan polemik.  Bahkan, secara yuridis dinilai belum memiliki kekuatan hukum mengikat dan belum bersifat inkracht, sebagai sebuah Keputusan Forum Tertinggi Partai Golkar, yaitu Musyawarah Daerah.

Hal ini terbukti dengan adanya proses sidang gugatan atas pelaksanaan dan hasil Musda X Partai Golkar Garut di Mahkamah Partai Golkar.

Pelaksanaan Musda X waktu itu menurut pandangan beberapa pihak intern Partai Golkar, sebagai musyawarah yang penuh dengan rekayasa dan konspiratif kelompok tertentu.  Serta secara terang-terangan melanggar Juklak DPP Partai  Golkar No 2 Tahun 2020. Sehingga saat pelaksanaan musda,  diwarnai adanya walk out dari sejumlah peserta Musyawarah.

Demikian diungkapkan  Agus Joy selaku kader senior Partai Golkar Garut. Menurutnya, tindakan keluar dari arena sidang  sejatinya merupakan perlawanan atas perilaku curang dan sewenang-wenang dari oknum penyelenggara Musda, yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi  politik pribadi.

“Tetapi sikap walk out pun sebenarnya adalah  refleksi dari tanggung jawab moral kader Golkar atas tegaknya kehormatan dan marwah partai yang senantiasa komit terhadap hukum, dan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi etika  dan moral dalam kerangka manifestasi suara Golkar adalah Suara Rakyat,” katanya.

Saat ini, dengan adanya surat dari Mahkamah Partai Golkar tanggal 8 Oktober 2020 Nomor  und-128/PAN-MPG/X/2020 Perihal Panggilan Sidang  dalam Perkara Nomor : 21/PI-GOLKAR/IX/2020, Partai Golkar Garut memasuki babak baru.

Menanggapi adanya proses gugatan atas pelaksanaan Musda X Partai Golkar Garut , menurut salah seorang pengurus Partai Golkar, Sulaeman Zaky mengatakan, proses di MP harus dipandang sebagai proses pembuktian bahwa benar  Partai Golkar adalah partai besar yang telah memiliki sejarah panjang dalam kehidupan berpolitik , yang memiliki mekanisme efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang bersifat intern.

“Jadi tidak perlu ada yang sewot, atau merasa kebakaran jenggot atas proses di MPG ini. Justru seharusnya semua pihak di jajaran Partai Golkar Garut bersikap dewasa menerima proses MPG dan keputusannya, sebagai bentuk koreksi secara konstruktif dalam kerangka menjaga nilai dalam kehidupan berpolitik diera demokrasi dan reformasi sekarang ini. Mari tunggu bagaimana hasilnya proses di Mahkamah PartaI Golkar , dan apa pun hasilnya saya percaya itu semua dipersembahkan untuk kemajuan, keunggulan Partai Golkar,” ungkapnya. (*)

Reporter  :  Tim GE

Editor      :  ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here