Duh! Beberapa Alat Peringatan Dini Tsunami di Garut Selatan Malah Rusak dan Dicuri

garutexpress.id-Beberapa unit alat peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) yang ada di kawasan pesisir pantai selatan Kabupaten Garut dikabarkan dalam kondisi rusak.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih saat ini kita dihadapkan adanya potensi tsunami dan gempa megathrust yang akan melanda kawasan selatan Jawa seperti yang diprediksi para peneliti dalam beberapa hari terakhir ini.

Keberadaan EWS merupakan salah satu komponen sangat penting untuk memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan ada delapan EWS yang terpasang di selatan Garut. Namun semua EWS itu kini dalam kondisi rusak.

Adanya kajian soal potensi tsunami 20 meter di selatan Jawa kini jadi perhatian. Mitigasi bencana jadi upaya untuk mencegah banyaknya korban.

“Delapan EWS yang ada di sepanjang pantai selatan Garut dalam kondisi rusak. Sudah tidak bisa dipakai dan memberi peringatan jika terjadi bencana,” ucap Tubagus, Selasa (29/9/2020).

EWS tersebut dipasang BNPB pada 2013. Kerusakan terjadi selain karena korosi, juga akibat tangan jahil masyarakat. Sejumlah bagian dari EWS juga ada yang dicuri hingga tak berfungsi.

Delapan EWS itu dipasang di Kecamatan Cibalong, Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, Pantai Karangpapak, Cikelet, Cigadog, Cikelet, Desa Karangsari, Cikelet, Mekarmukti, SMPN 3 Bungbulang, dan Pantai Rancabuaya, Caringin.

Pemasangan delapan EWS di sepanjang pantai Selatan Garut tersebut dilakukan bersamaan dengan pemasangan EWS se-Pulau Jawa oleh BNPB.

“Sudah keropos, ada yang rusak berat juga. Pemeliharaannya tidak diberikan ke Garut. Tapi masih sama pusat,” ujarnya.

Saat ini, kekhawatiran akan terjadinya tsunami besar dirasakan masyarakat di pesisir selatan Garut.

Asep Hidayat (43), nelayan di Rancabuaya, Kecamatan Caringin, mengaku sudah mendapat kabar soal potensi tsunami 20 meter.

Apalagi wilayah selatan Garut kerap diguncang gempa. Kepanikan sering dirasakan karena khawatir akan terjadi tsunami.

“Takut ada tsunami kalau sudah gempa. Soalnya dekat ke pantai. Beberapa kali saya ikut simulasi dari BPBD untuk menyelamatkan diri,” kata Asep.

Asep mengaku sudah diberi tahu ciri-ciri jika terjadi tsunami. Jalur evakuasi juga sudah disiapkan seandainya terjadi tsunami.

Sementara itu, terkait EWS yang terpasang di Pantai Rancabuaya, menurut Asep sudah lama rusak. Ia menyebut, banyak tangan jahil yang merusak alat tersebut.

“Ada beberapa alat di dalam EWS yang dicuri katanya. Jadi tidak berfungsi. Masih ada alatnya di laut, sering lihat saya juga,” tukasnya. (*)

Reporter : FW
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here