Distribusi Dokumen Kependudukan Tak Kunjung Beres, Ini Penjelasan Pihak Kantor Pos

garutexpress.id- Soal pendistribusian dokumen kependudukan yang tak kunjung beres belakangan ini kerap dikeluhkan warga. Masyarakat kerap dipusingkan dengan pembuatan dokumen kependudukan semisal e-KTP, KK, Akta Kelahiran dan yang lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tesbut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut diketahui telah melakukankrjasama dengan pihak Kantor Pos. Kerjasama ini dalam hal pendistribusian dokumen kependudukan yang diajukan secara online.

Menurut Kepala Kantor Pos Garut, Ade Novel, dalam pelaksanaannya, pihak kantor pos menempatkan agen pos di Kantor Disdukcapil.

“Petugas standby untuk melakukan proses entry collecting. Karena yang dikirim oleh kantor pos adalah dokumen pribadi, rahasia dan harus diterima oleh yang bersangkutan. Maka dokumen tersebut oleh petugas kami tidak boleh dititipkan, jika tidak ditemukan alamat pemiliknya maka harus disimpan kembali di kantor pos. Itu SOP nya. Jika ditemukan pelanggaran, pegawai bisa ditegur, dibina, hingga dipecat,” ungkapnya.

Namun, fakta di lapangan terungkap, kerjasama Disdukcapil dan Kantor Pos ini menemukan beberapa kasus, misalnya alamat tidak dapat dicari, pemiliknya tidak ada di tempat, dan sejenisnya. Maka dokumen tersebut oleh petugas dibawa kembali ke kantor pos.

“Ada kasus alamatnya tidak lengkap, kan disitu tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi, makanya dokumen tersebut kami Bawa kembali ke kantor pos. Di dokumen hanya tecantum alamat rumah dan nama orang, makanya karena hal ini, kemudian kami berencana melakukan rapat kembali dengan disdukcapil,” katanya.

Ade menambahkan, kalau kiriman biasa, bisa saja dititipkan ke tetangga, ke RT RW atau ke kelurahan, namun karena ini dokumen pribadi, maka tidak bisa dititipkan.

“Makanya kemudian jika dokumen kependudukan tersebut belum juga sampai ke rumah masyarakat boleh menanyakan ke kantor pos dengan membawa resi Pos. Masalahnya, hingga saat ini di aplikasi pasti oke ini belum tertera resi posnya, disitu hanya tertulis KTP telah diantar oleh PT Pos saja,” ungkapnya.

Ade menuturkan, sistem di Disdukcapil dan sistem Kantor Pos ini belum ada yang menyambungkan, masing-masing baru berjalan sendiri-sendiri. (*)

Reporter : IR
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here