Bansos Pemprov Jabar Nilainya Berkurang Rp 150 Ribu, Berikut Ini Rinciannya

garutexpress.id- Pemprov Jawa Barat mengurangi nilai paket bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19. Pengurangan nilai paket bansos mencapai Rp 150.000.

Nilai paket bansos tersebut menurun dari yang awalnya Rp500.000 pada tahap I dan II dengan rincian uang tunai Rp250.000 dan bahan pokok senilai Rp250.000. Pada bansos tahap III, rinciannya adalah uang tunai Rp100.000 dan bahan pokok senilai Rp250.000.

Nilai bansos tahap III berkurang karena ada penambahan kelompok rumah tangga sasaran (KRTS) dari asalnya 1,3 juta menjadi 1,9 juta. Di lain sisi, kata Koordinator Sub Divisi Logistik Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, Sri Endang Marwati, anggaran Pemprov Jabar juga sudah menipis.

“Cost (biaya) juga bertambah,” tukasnya, Jumat (30/10/2020).

Bansos tahap III sendiri sudah didistribusikan secara serentak ke 27 kabupaten/kota di Jabar, Selasa (27/10/20) lalu dengan total jumlah penerima bansos sebanyak 1.907.274 keluarga rumah tangga sasaran (KRTS). Pendistribusian dijadwalkan berlangsung selama 18 hari hingga 13 November 2020.

Sebanyak 45,1 persen penerima bansos berada di kawasan Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya. Di wilayah Bodebek terdapat 359.567 KRTS, sedangkan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, KBB) ada 499.046 KRTS, dan sisanya tersebar di kabupaten/kota lainnya Jabar.

Daerah paling banyak menerima bansos yakni Kota Bandung 9,88 persen. Disusul Kabupaten Bandung (9,26 persen), Kabupaten Bogor (7,55 persen), KBB (6,32 persen), dan Kabupaten Garut (5,65 persen). Sementara daerah paling sedikit yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.

Lebih lanjut Sri mengatakan, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan memanfaatkan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19Jabar (Pikobar) dalam proses pembersihan data. Sehingga, Sri memastikan bahwa tidak akan ada data ganda atau KRTS yang menerima bansos dua kali.

“Untuk (bansos) tahap III ini kita sudah bekerja sama dengan BPKP untuk cleansing data. Dengan Pikobar juga sudah melakukan 23 proses cleansing, sehingga data yang tahap tiga ini. Insya Allah sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi tidak ganda atau dobel penerima,” tegasnya.

Paket bansos tahap III ini berisikan uang tunai Rp100.000 dan paket sembako senilai Rp250.000 dengan rincian:

– Sarden 155 gram sebanyak 5/4 kaleng,
– Kornet satu kaleng besar/dua kaleng kecil
– Minyak goreng 1 liter
– Beras 5 kg
– Susu 5 pcs
– Vitamin C 1 paket,
– Gula pasir 1 kg,
– Garam 500 gram, dan
– Masker 4 pcs.

Diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil beserta unsur pimpinan lainnya memantau langsung hari pertama pendistribusian bansos tahap III yang dilakukan di Kabupaten Garut itu. Gubernur melepas langsung keberangkatan para pengemudi motor dari PT Pos Indonesia menuju rumah-rumah penerima bansos.

“Bantuan keempat nanti akan mengakhiri (disalurkan di akhir tahun) karena ekonomi sekarang sudah membaik. Jadi, ekonomi Jawa Barat sudah bergerak di 60 persen,” tandasnya.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, bansos ini hanya diberikan dalam keadaan darurat, seperti saat situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia berharap, ekonomi Jabar terus bergerak hingga 90 persen, sehingga tahun depan sudah tidak ada lagi penerima bansos.

“Mudah-mudahan sisa waktu di November sampai Desember mendekati 80 sampai 90 persen. Artinya kalau sudah angka itu, maka ekonomi sudah normal lagi asal disiplin (protokol kesehatan),” katanya.

Berikut rincian jumlah KRTS penerima bansos tahap III berdasarkan daerah:

1. Kota Bandung (9,88 persen)
2. Kab Bandung (9,26 persen)
3. Kab Bogor (7,55 persen)
4. KBB (6,32 persen)
5. Kab Garut (5,65 persen)
6. Kab Bekasi (5,20 persen)
7. Kab Subang (5,13 persen)
8. Kab Cianjur (5,05 persen)
9. Kab Sukabumi (4,89 persen)
10. Kab Majalengka (4,88 persen)
11. Kab Sumedang (4,37 persen)
12. Kab Tasikmalaya (4,11 persen)
13. Kab Ciamis (4,06 persen)
14. Kota Depok (3,87 persen)
15. Kab Karawang (3,53 persen)
16. Kab Kuningan (3,04 persen)
17. Kab Indramayu (2,88 persen)
18. Kab Cirebon (2,76 persen)
19. Kota Tasikmalaya (2,07 persen)
20. Kota Bogor (1,74 persen)
21. Kab Purwakarta (1,16 persen)
22. Kota Cirebon (0,80 persen)
23. Kota Cimahi (0,70 persen)
24. Kota Bekasi (0,49 persen)
25. Kota Banjar (0,27 persen)
26. Kota Sukabumi ( 0,21 persen)
27. Kab Pangandaran (0,15 persen)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here