Warga Panik! Seekor Ular Sanca dan Cobra Masuk Komplek Pesantren

garutexpress.id- Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkar) Kabupaten Garut mengevakuasi seekor Ular Sanca Kembang (Malayophyhton Reticulatus) di dalam saluran air area Komplek Pesantren Persis, RT 01 RW 04, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis, (03/09/ 2020).

Kepala Seksi Pelayanan Non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut, Dadan Wandani, mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya ular memasuki gorong-gorong pemukiman warga Komplek Pesantren Persis, Gilang (22).

Panik ada ular, saat itu, ada warga mau melewat melihat ular besar dan berteriak minta tolong warga pun langsung menghubungi rescue Disdamkar meminta untuk dievakuasi.

Ular sepanjang tiga meter itu diketahui warga bersembunyi di gorong-gorong hingg menyebabkan saluran air tersumbat. “Laporannya tadi siang jam 13.40 WIB, ular Sanca-nya masuk ke saluran, lima personel kami turunkan menuju lokasi, dan ular itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.05 WIB,” ujar Dadan, di dampingi Komandan Regu 1, Supriatna.

PETUGAS Animal Rescue Disdamkar Garut, mengevakuasi seekor ular Sanca Kembang (Malayopyhton Reticulatus) di dalam saluran air di Komplek Pesantren Persis Ranca bogo, RT 01 RW 04, Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis, (03/09/ 2020), (Foto : Dok. Disdamkar Garut).***

Dadan mengatakan ular tersebut diduga masuk ke saluran pembuangan air rumah saat tengah turun hujan. Menurutnya, ular tersebut masuk ke paralon dari selokan di belakang rumah, dan bersarang di dalam pipa paralon pembuangan air.

Diungkapkannya,  saat  menerima laporan warga, sebenarnya Tim Rescue Disdamkar dalam waktu bersamaan sedang mencari ular jenis kobra di Puskesmas Samarang, menyusul laporan dari salah seorang satpam puskesmas, adanya seekor ular jenis kobra yang bersembunyi di sisi tembok, namun setiba Tim Rescue Disdamkar ke lokasi ular tersebut tidak berhasilkan ditemukan. Temuan ular di puskesmas dan sekitarnya beberapa pekan terakhir ini kerap muncul secara tiba-tiba di area halaman.

Dadan menyarankan masyarakat tidak menangkap langsung ular yang mereka temukan. Sebab, pada umumnya warga tidak mengetahui ular yang dihadapi atau ditemui memiliki bisa beracun atau tidak. “Tidak usah ditangkap, jangan pula dibunuh, dimonitor saja pergerakannya. Kita kan tidak tahu orang banyak yang tidak tahu yang dihadapinya jenis ular apa, jenis ular berbisa atau tidak,” ucapnya.

Kalau berani, menangkap pun, imbuhnya, disarankan tidak segera ditangkap, karena menangkap ular  membutuhkan skill keahlian khusus. Bila warga melihat ular, cukup dimonitor pergerakannya sambil menghubungi Disdamkar.  Pihak damkar, akan segera mengevakuasinya.

Dandan menyarankan, guna mencegah ular memasuki rumah warga, pemilik rumah agar tetap menjaga kebersihan rumah dan menaruh benda berbau menyengat atau wewangian di tiap sudut ruangan rumah, sebab ular tidak nyaman dengan bau-bau menyengat tersebut. “Ular akan sangat terganggu dengan bau yang menyengat, misalnya karbol, kalau bisa di setiap sudut rumah ditaruh kamper,” pungkasnya. (*)

Reporter : Yans

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here