Ubah Lambang Negara, Paguyuban Tunggal Rahayu Mulai Diselidiki Bakorpakem

garutexpress.id-  Dinilai telah mengubah lambang negara (Burung Garuda) untuk dijadikan lambang organisasinya, Paguyuban Tunggal Rahayu yang disebut mirip dengan Sunda Empire tengah diselidiki Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Garut.

Ketua Bakorpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait kemunculan Paguyuban Tunggal Rahayu. Intelijen dari Kejari Garut juga sudah dikerahkan untuk memantau paguyuban tersebut.

“Memang sedang kami bahas, pagi tadi sudah dibahas di Kesbangpol. Intel Kejari juga sudah merapat dengan Kesbang, bersama dengan Polres dan Kodim,” ucap Sugeng saat dihubungi, Selasa (8/9/2020).

Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu berfoto bersama pengikutnya.

Sugeng menambahkan, pihaknya akan mengundang semua anggota Bakorpakem untuk membahas Paguyuban Tunggal Rahayu. Pihaknya  juga akan mengkaji keberadaan paguyuban itu.

“Nanti rekomendasi hasil pembahasan dari Bakorpakem akan disampaikan ke pemerintah daerah untuk tindak lanjutnya. Tentu kalau melanggar ada proses hukum yang bisa dilakukan,” katanya.

Menyangkut pelanggaran lambang negara yang dijadikan logo paguyuban, Sugeng menuturkan ada ketentuan yang mengikat masalah itu. Dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang lambang negara, ada ketentuan yang tak boleh mengubah lambang negara.

“Itu akan diserahkan ke kepolisian untuk dilakukan penyelidikannya. Sudah ada aturannya soal lambang negara. Undang-undang itu tentu mengikat,” ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku terhadap uang yang dibuat oleh paguyuban itu. Ada Undang-undang soal mata uang yang mengaturnya. Namun pihaknya belum mengetahui secara detail apakah uang itu telah beredar atau tidak.

“Masih perlu diteliti lagi soal uang itu. Kalau beredar dan dipakai transaksi jelas sudah melanggar. Yang jelas Bakorpakem sudah mulai bergerak untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Sugeng menambahkan, akan secepatnya meneliti kegiatan yang dilakukan paguyuban tersebut. Pihaknya juga tengah mencari informasi lebih lanjut dari anggota dan mantan anggotanya.

“Masih kami teliti soal aliran dan pergerakannya. Termasuk dari mantan anggotanya. Bakorpakem hanya untuk pencegahan dari paguyubannya. Soal masalah hukum nanti polisi yang akan turun,” katanya.  (*)

Reporter  :  FW

Editor      :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here