Tolak Tenggak Miras, Sejoli Ini Malah Dianiaya Teman Sendiri

ilustrasi.net

garutexpress.id- Gegarga menolak diajak meenenggak minuman keras (miras)dan enggan memberikan uang, sejoli ini menjadi korban penganiaan temanya sendiri.Pascainsiden penganiaan, korban sempat melapor ke pihak kepolisian.

Menurut Panit Reskrim Polsek Garut Kota, Ipda Amirudin Latif, pascainsiden tersebut pihaknya berhasil menangkap dua pelaku, di antaranya berinisial DR (24) dan DM (19).

“Keduanya diduga melakukan aksi curas pada Sabtu (12/9/2020) malam di wilayah Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota kepada dua orang korban yang sedang mengendarai motor,” ungkap Amirudin kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

ilustrasi.net

Dikatakannya, berdasarkan keterangan dari korban yang diketahui merupakan pasangan kekasih itu, awalnya korban laki-laki hendak mengantarkan pacar ke rumah menggunakan sepeda motor. Saat sampai di lokasi kejadian, korban diberhentikan oleh pelaku DR yang merupakan temannya.

“Saat itu pelaku juga tengah bersama-sama dengan teman-temannya. Awalnya pelaku ini mengajak korban untuk minum minuman keras, namun ditolak oleh korban. Mendapat penolakan, pelaku meminta uang kepada korban untuk membeli minuman keras, namun korban tidak memberi,” ungkapnya.

Saat korban menolak memberi uang, DM bersama teman-temannya memukul korban dari belakang sampai terjatuh dari motornya bersama kekasihnya. Saat sudah jatuh dari motor, kekasih korban pun ikut dipukuli pelaku lainnya yang perempuan.

“Pelaku juga bahkan sempat menganiaya korban yang perempuan dengan cara menyayat tangan kanannya menggunakan senjata tajam jenis pisau. Korban sempat hendak lari meninggalkan lokasi kejadian, namun saat hendak lari malah ditabrak oleh salah satu pelaku menggunakan motor sampai jatuh lagi dan dipukuli lagi. Namun korban akhirnya bisa kabur,” tambah Amir.

Akibat aksi para pelaku, kedua korban mengalami luka di bagian kepala, wajah, dada, kaki, paha, bibir hingga tangan. Kedua korban pun harus kehilangan dua gadget dan uang tunai ratusan ribu rupiah.

Menurut Amir, DR merupakan residivis pada kasus serupa. Setidaknya DR sudah tiga kali masuk penjara karena aksi kejahatan yang dibuatnya itu.

“Kita masih mengejar sisa pelaku lainnya. Semoga dalam waktu dekat bisa kita tangkap,” tandasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here