Siswa Tak Mampu di Garut Terima Bantuan Laptop dan Smartphone dari Kemensos

Istri Mensos, Grace Juliari Batubara memberikan bantuan gawai kepada siswa tak mampu di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (2/9/2020)/ fhoto: BAP.***

garutexpress.id-  Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Oase Kabinet Indonesia Maju memberikan bantuan gawai berupa laptop dan smartphone, serta sejumlah peralatan sekolah, untuk seorang siswa tak mampu di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (2/9/2020).

Bantuan kepada siswi kelas 1 sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Garut itu diberikan setelah  tempo hari ramai berita mengenai orang tuanya yang tertangkap mencuri smartphone viral di jejaring media sosial.

Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara mengatakan, pihaknya sengaja datang langsung ke Kabupaten Garut untuk memberikan bantuan gawai tersebut. Sebab, kisah mengenai orang tua siswa yang mencuri smartphone demi anaknya agar bisa belajar secara daring disebut sangat memprihatinkan.

“Itu sangat menyentuh sekali. Karenanya, saya ke Garut, saya sempatkan ke sini untuk memberikan bantuan dari Kemensos dan Oase Kabinet Indonesia Maju,” kata istri Menteri Sosial Juliari P Batubara itu, di Garut, Rabu (02/09/2020).

Ia menyebutkan, bantuan yang diberikan kepada siswi berinisial S (13 tahun) adalah berupa laptop dari Oase Kabinet Indonesia Maju. Selain itu, siswi itu juga diberikan bantuan berupa smartphone dan sejumlah perlengkapan sekolah dari Kemensos.

Sementara itu, ayah siswi tak mampu tersebut, yang berinisial A (41) mengaku sangat senang menerima bantuan dari Kemensos. Menurut dia, bantuan gawai itu sangat berguna untuk anaknya belajar secara daring.

“Kita sangat bahagia ada bantuan,” tandasnya.

Ia mengaku sempat khilaf mengambil smartphone milik kerabatnya. Rencananya, telepon pintar itu akan diberikan untuk anaknya untuk belajar. Sebab, ketika itu anaknya selalu meminta agar dibelikan smartphone karena sudah tertinggal materi pelajaran dibandingkan teman-temannya.

Dengan penghasilannya sebagai pekerja serabutan, lelaki yang memiliki tiga anak itu mengaku tak sanggup untuk membeli smartphone. Jangankan membeli smartphone, untuk kebutuhan sehari-hari pun ia terdakang kesulitan.

Ia berkisah, dalam sehari bekerja hanya mendapat upah Rp 50 ribu. Sementara, kerjaannya tak datang setiap hari. Karena pekerjaannya itu tergantung orang yang menyuruh. Apalagi, sejak pandemi Covid-19 terjadi tak banyak orang yang mengajaknya bekerja. Sementara di rumah, ada istri dan tiga orang anaknya yang harus diberikan nafkah setiap hari.

Ketika kasusnya ditangani kepolisian, ia sempat pasrah. Namun, akhirnya laporan mengenai kasusnya itu dicabut. Setelah itu, banyak orang yang datang membantunnya.

Menurut Grace, kejadian orang tua mencuri smartphone demi anaknya belajar secara daring tak boleh lagi terulang. Ia meminta, masyarakat sekitar juga harus saling membantu dalam proses pembelajaran anak selama masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, warga yang kurang mampu dapat tetap belajar bersama meski tak memiliki gawai.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran semua pihak,” tukasnya.

Grace menambahkan, pemerintah juga terus memberikan bantuan kepada siswa dan guru untuk mendukung pembelajaran secara daring. Ia mencontohkan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sedang memproses bantuan kuota internet gratis kepada guru dan siswa agar mereka tak terbebani selama melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selain memberikan bantuan kepada siswa tak mampu, kunjungan Kemensos ke Garut juga sekaligus untuk memberikan bantuan paket sembako kepada warga yang belum atau tidak mendapatkan bantuan langsung tunai. Terdapat 2.000 paket sembako yang dibawa Kemensos. Sebanyak 1.000 paket dibagikan kepada warga Kabupaten Garut, sisanya akan dibagikan kepada warga di Kabupaten Indramayu. (*)

Reporter : BAP

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here