Puluhan SMA/SMK Akhirnya Diizinkan Gelar KBM Tatap Muka, Berikut Penjelasan Kadisdik Jabar

H.Dedi Supandi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar)***

garutexpress.id- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) H.Dedi Supandi memastikan hanya ada 51 sekolah tingkat SMA/SMK di Jabar yang diperbolehkan menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.

Pertimbangannya, ujar Dedi, sekolah tersebut berada di zona hijau dan di daerah tersebut konektivitas internetnya rendah. Sehingga, KBM tidak memungkinkan dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring (online).

H.Dedi Supandi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar)***

“Untuk sekolah yang kita putuskan bisa membuka KBM tatap muka, itu selain dia di zona hijau terus memiliki konektivitas internet rendah. Ada 51 sekolah,” ujar Dedi kepada detikcom, Sabtu (19/9/2020).

Dedi mengatakan, awalnya ada 71 sekolah yang diizinkan buka. Tetapi, dilihat dari kestabilan zona hijau COVID-19-nya, perubahan warna zona dari hijau ke kuning atau oranye hanya 51 sekolah yang diizinkan.

“Setelah kita pelajari lewat data, setelah kita koordinasi dengan vendor dan Telkomsel, melihat kondisi yang ada, di lihat dari jumlah sekolah yang boleh buka hanya 51 sekolah yang memiliki konektivitas internet yang rendah,” ujar Dedi.

Sementara itu 20 sekolah lainnya, masih memiliki konektivitas internet yang memadai untuk dilakukan PJJ. “Tetapi dari yang 51 sekolah ini, ada sekolah yang memang dari segi prasarannya belum (terpenuhi),” ujarnya.

Dedi mengatakan, rata-rata sekolah yang menggelar KBM tatap muka ini berada di wilayah pinggiran Selatan Jawa Barat, maupun di wilayah Majalengka dan Indramayu. (*)

Sumber : detik


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here