Program Rutilahu Dicairkan Awal Oktober 2020, Sebanyak 11.500 Rumah Siap Diperbaiki

garutexpress.id – Sempat terhambat akibat Covid-19, namun akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, segera mencairkan anggaran rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Memang benar anggaran di Pemprov Jabar tersedot oleh penanggulangan Covid-19. Jadi pelaksanaan kegiatan Rutilahu sedikit terganggu. Namun jangan khawatir awal Oktober dana Rutilahu sudah bisa dicairkan,” kata Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Ir. Moh. Eko Damayanto, di Hotel Harmoni Garut, Rabu (16/09/2020).

Ir. Moh. Eko Damayanto (Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat)***

Ia mengatakan, tahun 2020 Provinsi Jawa Barat akan memperbaiki rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 11.500 unit untuk 445 PKM/LPM di 26 kabupaten/kota. Sementara untuk Kabupaten Garut, sebanyak 780 unit yang tersebar di 30 desa akan menjadu target program.

Menurut Eko, program perbaikan rumah tidak layak huni tahun 2020 yang dilaksanakan di 26 kabupaten/kota di Jawa Barat merupakan salah dari pelaksanaan Program Strategis Provinsi Jawa Barat tahun 2019 sampai 2023 yaitu melaksanakan perbaikan total 100 ribu unit rumah tidak layak huni di Jawa Barat.

Ia mengaku, Pemprov Jabar terus berusaha melaksanakan program kerja yang telah dicanangkan meski dalam kondisi anggaran yang keteteran.

Koordinator Fasilitator Kabupaten Garut, Zamzam Hamzah, mengapresiasi atas langkah Pemprov Jabar terkait pelaksanaan program Rutilahu di tengah himpitan anggaran di masa pandemi.

“Kita apresiasi terhadap Pemprov Jabar terkait penanganan rumah tidak layak huni. Meski anggaran sedang sulit tapi program ini masih bisa dilaksanakan,” katanya.

Zamzam mengatakan, sebanyak 780 rumah di Garut telah siap menerima manfaat program Rutilahu. Bahkan swadaya masyarakat telah siap sejak jauh-jauh hari.

“Masyarakat sudah siap melalui program swadayanya untuk menyukseskan program rutilahu di Garut,” kata Zamzam.

Saat ini persiapan sudah matang, bahkan Bimtek pelaksanaan sudah dilakukan untuk meminimalisir kesalahan saat program digulirkan.

Zamzam membeberkan, anggaran Rutilahu Provinsi untuk satu rumah sebesar Rp 17,5 juta. Rinciannya, kata dia Rp 16,5 Juta untuk material bangunan sementara Rp 700 ribu untuk upah dan Rp 300 ribu untuk biaya administrasi.

Ia berharap, program Rutilahu tahun anggaran 2020 berguna bagi warga. Selain itu, ia berharap dalam pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar sesuai Juknis yang telah ditentukan. (*)

Reporter : Awis

Editor     : Farhan SN


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here