Program Kemenkop UKM Dibuka, Ribuan Pelaku UMKM di Garut Antusias Ajukan BLT

Asep, Kepala Bidang UKM, Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Garut.***

garutexpress.id- Baru-baru ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengatakan pengusaha mikro yang belum mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) atau Bantuan Presiden (Banpres) masih bisa mengajukan.

Menurut catatan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki, program ini akan terus berlanjut hingga penerima BLT mencapai 100 persen.

Pemerintah sendiri menargetkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp 2,4 juta yang disebut program Banpres Produktif ini untuk 12 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Digulirkannya, program Kemntrian Koperasi UKM ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Antusiasme ribuan pelaku UMKM nampak saat yang mendaftar program BLT ke kantor Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Garut, Jumat (11/09/2020)

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pendaftar program BLT Kementrian Koperasi UKM di Kabupaten Garut sudah mencapai hampir 10 ribu ribu pelaku UMKM).

Menurut Kepala Bidang UKM pada Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Garut Asep, pihaknya hanya memberikan fasilitas pendaftaran verifikasi awal. Sedangkan untuk proses selanjutnya masuk ke ranah pusat untuk dilakukan verifikasi dan validasi.

Related Post

“Kita hanya memfasilitasi pendaftaran verifikasi awal, verifikasi lanjutan dan eksekusinya berada di ranah pusat untuk dilakukan verifikasi dan validasi oleh Kemenkop dan UKM bersama dengan Kemenkeu dan OJK,” ujar Asep, saat diwawancarai garutxpress.id, di kantornya, kawasan Jalan A Yani, Garut Kota, Jumat (11/09/2020).

Diketahui, program itu dilakukan untuk membantu para pelaku usaha UMKM yang belum pernah akses kelembaga perbankan akan mendapatkan sebesar Rp 2,4 juta.

“Program ini sifatnya hibah, bukan pinjaman sehingga para pelaku UMKM tidak harus mengembalikannya. Jadi, bantuan ini diperuntukan bagi pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan pembiayaan modal kerja dan investasi dari perbankan untuk ikut aktif mendaftarkan diri melalui dinas koperasi terdekat,mudah-mudahan dengan adanya program tersebut,perekonomian semakin berkembanf,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada batasan atau kuota pelaku UMKM di setiap daerah yang akan mendaftar bantuan tersebut. “Tak ada batasan setiap daerah, hanya saja finalnya ada di pemerintah pusat,” tandasnya. (*)

Reporter : Zenal

Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.