Menyulap Sampah Jadi Gas dan Sumber Listrik, Kelompok Pemuda di Cisewu-Garut “Tantang” Ridwan Kamil

garutexpress.id- Sekelompak pemuda yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Sintok di kawasan Garut selatan membuat inovasi yang patut diacungi jempok.

Adalah Yudiana (39) atau akrab disapa Yudi Layung dengan Poktan Sintoknya menjadi insiator inovatif di Kampung Cisewu, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Yudi bersama rekan-rekannya berhasil mengolah sampah menjadi seumber gas LPG dan listrik. Hasil invoasi Yudi bersama kawan-kawannya kini telah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak, bahkan bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor.

Invoasi proses pengolahan sampah menjadi energi gas ini telah diposting melalui cahanel Youtube ‘Olganicaci’ pada 30 September 2020 dan telah ditonton 378 kali.

Yudiana yang diketahui tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), sejak awal hanya mencoba dalam pengolahan sampah menjadi gas dan listrik dengan alat yang sangat sederhana. Dalam pengelolaannya bersama timnya hanya mengandalkan bahan baku oli bekas sebagai bahan bakar untuk mengelola sampah.

Sedangkan peralatan lainnya guna menampung sampah membuat tong dari plat besi yang dikumpulkan secara gotong-royong. Bahkan saat ini pengolahan sampah menjadi gas dan listrik sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Cisewu.

“Kegiatan poktan Sintok salah satunya mengolah sampah menjadi bahan bakar gas,” ujar Yudi Layung, yang juga Ketua Poktan Sintok, saat diwawancarai dalam tayangan video youtube itu.

Untuk menampung sampah yang dibuang oleh warga, pihaknya sengaja menyiapkan lahan seluas satu hektare yang berlokasi di Kampung Cisanten, Desa Cisewu. Lahan tersebut selain digunakan untuk mengumpulkan sampah sekaligus dijadikan tempat pengolahan sampah menjadi gas sampah.

“70 Kg sampah, bisa menghasilkan gas sebanyak 48 tabung dengan waktu selama 2 jam. Sedangkan untuk dijadikan listrik dari satu tabung gas bisa menghasilkan daya sebesar 900 wat. Namun itu belum bisa dinikmati oleh masyarakat karena terbentur payung hukum. Kami belum berani, hanya mencoba saja,” supaya lebih baik hasilnya

Inovasi yang sedang dilakukannya, ungkap Yudiana baru berjalan selama 3 bulan. Hanya saja dengan keterbatasan alat dan biaya, kegiatannya dilakukan hanya dua hari selama satu minggu.

Yudi bersama rekan-rekannya di Poktan Sintok berharap agar hasil karya inovatif yang digagasnya tersebut mendaptkan dukungan serius dari pemerintah, khususnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Bahkan dalam vidoe di cahenl youtube itu, salah seorang tokoh pemuda setempat ‘menantang’ Ridwan Kamil untuk datang ke Cisewu.

“Pak Ridwan Kamil, kang Ade Londok saja didatengin masa kami enggak, kami tunggu di Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu … Jabar Juara!” seru pemuda itu. (*)

Reporter : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here