Kelompok Tani Dawuan-LMDH Sukamanah Manfaatkan Lahan Hutan untuk Menanam Kopi

garutexpress.id- Dengan semangat kebersamaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Petani Kopi Dawuan saat ini tengah giat mengelola sumber daya alam di kawasan Gunung Batu Layang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Kelompok Tani Dawuan melakukan penenaman kopi di kawasan tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan. Dengan ditanami kopi, diharapkan kawasan hutan tersebut mejadi lebih produktif dan bernilai ekonomis.

Menurut Kepala Desa Sukamanah, Aten Sulaeman, pengelolaan hutan oleh Kelompok Tani Kopi Dawuan ini telah berlangsung sejak enam tahun lalu.

“Penanaman kopi di sini sudah sejak enam tahun lalu. Dan di era tahun 2009 sudah hampir empat kali panen. Sementara untuk tahun sekarang telah ditanam sekitar 17 ribu pohon yang telah disebar untuk semua anggota (kelompok tani Dawuan) dan yang produkif dalam pengelolaannya,” ujar Aten, saat djumpai garutexpress.id di kawasan Gunung Batu Layang Malangbong, Sabtu (05/09/2020).

Diharapkannya, dengan menanam kopi melalui kelompok tani ini dapat lebih meningkatkan pengelolaan lahan yang lebih luas. Serta bertujuan juga menanamkan budaya gotong-royong. Disamping itu para petani juga bisa mendapatkan penghasilannya dari bercocok tanam.

“Dengan menanam kopi di kawasan hutan ini, selain bisa meninkatkan bidaya gotong-royong, para petani juga bisa mendapatkan penghasilan dari hasil panennya. Kita tntunya memberikan apresiasi terhadap para petani, khususnya para Kelompok Tani Kopi Dawuan. Di nataranya kita akan mengupayakan memabntu kebutuhan sarana prasarana untuk para petani. Insha Allah, kami perhatikan. Memang tanah dan lahan ini mayoritas milik pemerintah, ada sebagian milik perorangan. Sipatnya ini kerjasama dalam pengelolaannya, kita bekerjasama dengan LMDH,” ungkapnya.

Kades Sukamanah menambahkan, penamaan Kelompok Tani Dawuan ini sesuai dengan sejarah (historis) tempat tersebut.

“Sebutan Kelompk Tani Kopi Dawuan itu sesuai dengan historis (sejarah) tempat ini. Dahulunya kan di sana ada kebun awuan, dan kami sepakat hasil musawarah di berikan nama Kelompok Tani Dawuan,” katanya.

Bahkan mnurut Aten, Dwuan itu menjadi brand kopi olahan yang dihasilkan para petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Kopi Dawuan.

“Dawuan juga kini telah menjadi brand kopi hasil olahan para petani. Sebelumnya para petani hanya mnjual mentahannya saja, kini ada peningkatan dengan menjual hasl olahan yang telah diberi brand (merek) Kopi Dawuan,” ungkapnya.

Selain area tanaman kopi yang terbentang luas, di kawasan Gunung Batu Layang juga terkenal dengan keindahan alamnya yang sejuk dan eksotik. Sebut saja kawasan Batu Layang yang menjadi daya tarik di kawasan tersebut, bahkan tempat tersebut kni banyak dkunjungi wisatawan.

“Selain ditanami kopi, kawasan ini juga menawarkan keiandahan alam. Di kawasan ini aada beberapa tempat indah di antaranya ada Batu Layang dan kebun Batu Banteng sering kali orang berkunjung ke batu layang untuk rehat da berkemping , karena, di sini juga sangat cocok untuk berkemah. Dan ada beberapa view yang cukup indah di antaranya curug atau air terjun. Pak camat juga pernah berkunjung ke sini,” tutur Aten. (*)

Reporter : Ags’S
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here