Jelang Pilkades Serentak 2021, DPMD Ingatkan Pendamping Desa Jangan Terlibat Politik Praktis

garutexpress.id- Menjelang perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) seretnta tahun 2021 mendatang, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( DPMD ) Kabupaten Garut Asep Jaelani, M.Pd.,  mengingatkan para oendamping desa untuk tidak terlibat politik praktis. Setidaknya terdapat 217 Desa di Kabupaten Garut  yang akan melaksanakan pemilihan kepala Desa tahun 2021 ini.

Demikian diungkapkan Asep Jaelani saat membuka Rapat Koordinasi  (Rakor)  Tenaga Pendamping Profesional  Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kabupaten Garut  di Aula Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Kamis (10/09/2020).

Menurut Asep, pendamping desa harus mampu meningkatkan kapasitas dalam kerja pendampingan terhadap desa dampingannya.

“Karena itu,  peran pendamping desa harus lebih fokus pada tugas dan fungsinya sebagai pendamping.  Rekan-rekan harus fokus dan jangan sampai bermain politik,” tandasnya.

Dikatakannya,  jika ada permasalahan di desa jangan langsung lapor ke jenjang atas. Ia berharap permasalahan sekecil apapun harus diselesaikan terlebih dulu di desa.

” Jika rekan-rekan dalam bertugas menemui permasalahan di desa, maka selesaikanlah di desa terlebih dulu.  Jangan langsung main lapor ke tingkat atas tanpa upaya penyelesaiaan di internal desa,” ujarnya.

Asep mengingatkan, setiap kunjungan ke desa,  para pendamping desa harus memiliki buku catatan yang ditandatangani oleh pendamping itu sendiri juga oleh kepala desanya.

Sementara itu, Kepala Desa Giriawas, Dindin Mauludin dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukurnya karena gedung desanya dijadikan tempat   Rakor TPP P3MD Kabupaten Garut.

“Kami berharap kedepannya tempat kami ini dijadikan tempat pertemuan pendamping,” ujar Dindin.

Di tempat yang sama, koordinator  tenaga  ahli TPP-P3MD Kabupaten Garut , Leni Yuhaeni, menebut, alasannya terkait penggunaan gedung Desa Giriawas sebagai tempat rakor.

“Kenapa rakor digelar di Desa  Giriawas, karena lokasi itu mempunyai icon miniatur gedung sate. Bahkan sempat viral di media sosial. Saya berharap, ini menjadi inspirasi bagi pendamping dalam memberikan arahan kepada desa dampingan masing masing ,” katanya.

Leni mengatakan, selain meningkatkan kapasitas pendanping dan silaturahmi ratusan pendamping desa se Kabupaten Garu, mulai dari Pendamping Lokal Desa ( PLD ), Pendamping Desa Pemberdayaan, ( PDP ) Pendamping Desa Inprastruktur ( PDTI ) hingga Tenaga Ahli Kabupaten. Sekaligus pisah sambut TA kabupaten .

” TA kita ada yang relokasi ke Kabupaten Sumedang yaitu TA Tekhnologi tepat Guna (TTG)  Kang Ginan Wibawa digantikan oleh Kang Asep Permadi ,” pungkasnya. (*)

Reporter  :  TAF Senopati

Editor      :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here