Inovatif ! “Pang-Ling” Sebuah Aplikasi Jasa Pangkas Rambut Daring di Garut

garutexpress.id- Seperti sudah diketahui khlayak, Kabupaten Garut dikenal sebagai gudangnya pemangkas rambut. Para pemangkas rambut sudah tersebar ke berbagai penjuru tanah air.

Seiring perkembangan teknologi, para pemangkas rambut pun berinovasi memanfaatkan teknologi dalam jaringan (daring) yang terhubung ke sistem digitalisasi komputer atau internet. Mereka menciptakan sebuah aplikasi agar para konsumen bisa lebih dimanjakan.

Aplikasi yang dinamakan Pang-Ling atau Pangkas Rambut Keliling itu, kini tengah dalam masa uji coba. Nantinya para konsumen bisa memanggil pemangkas rambut ke rumah.

Direktur LPK Baraya Desa, Yanto Ardianto, jadi salah satu pencetus terciptanya aplikasi Pang-Ling. Sejak enam tahun lalu, Yanto mendirikan tempat kursus cukur rambut. Ia pun kerap berkeliling menjajakan jasa cukur ke sekolah-sekolah.

“Akhirnya tahun lalu kepikiran buat aplikasi. Setelah bertemu pegiat IT di Garut. Saya coba biar kayak ojek yang sudah online,” ujar Yanto di Kantor PWI Garut, Rabu (16/9/2020).

Aplikasi itu kini tengah disempurnakan. Sejak pekan lalu, Yanto sudah mulai melakukan uji coba aplikasi yang masih dalam versi beta.

Ada 50 call barber atau pemangkas panggilan yang tergabung dalam Pang-Ling. Untuk sementara, aplikasi itu baru tersedia di wilayah perkotaan Garut.

“Tapi nanti rencananya akan ada di 15 kecamatan. Kalau di Garut sudah jalan, saya juga ingin Pang-Ling ini ada di Bandung, Jabodetabek, dan kota lain di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, para pemangkas dari Garut yang didominasi warga Banyuresmi sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Tak sulit mencari pemangkas jika aplikasi itu sudah tersedia.

Ongkos cukur dengan memanggil call barber berada di kisaran Rp 35 ribu untuk wilayah perkotaan Garut. Ciri khas pemangkas dari Garut yakni memberi pijatan refleksi usai mencukur juga jadi servis lebih yang diberikan.

“Saya ingin membuka peluang kerja bagi warga Garut. Terutama anak-anak muda. Anak didik saya di LPK juga sudah bekerja di Jabodetabek. Bahkan ada yang sampai ke Singapura,” ujar warga Kampung Jambu Rea, Desa/Kecamatan Banyuresmi.

Yanto menjamin alat-alat yang dipakai call barber terjaga kebersihannya. Di masa pandemi ini, protokol kesehatan diterapkan para pemangkas rambut.

Mulai memakai masker, kacamata, dan sarung tangan. Hand sanitizer dan disinfektan juga jadi alat wajib untuk dibawa.

“Apalagi sekarang Jakarta PSBB lagi. Banyak tukang cukur yang pulang. Makanya aplikasi ini setidaknya bisa memudahkan. Tinggal download aplikasinya di playstore,” katanya.

Pemkab Garut mencatat dari 40 ribu warga Kabupaten Garut yang pulang kampung dari berbagai daerah, 2.500 orang di antaranya adalah tukang cukur.

CEO PT Graha Kara Digital dan Founder Pang-Ling Emil Mutaqin, menuturkan, pihaknya memiliki keinginan untuk membantu pemangkas rambut dengan merilis aplikasi Pang-Ling.

“Kami akan siapkan sebuah aplikasi agar para barber bisa kembali bekerja dan melayani konsumen khususnya di Garut, umumnya hingga Jabodetabek dan Indonesia,” kata.

Aplikasi Pang-Ling akan memiliki tujuh fitur utama. Yaitu Call barber, Pangkas Rambut, Barbershop, Salon, Candidate, Joint, Pulsa/PPOB. Untuk fitur pertama yang akan diluncurkan yaitu Call Barber yang akan dirilis pada September ini.

“Call Barber memudahkan konsumen untuk mendapatkan barber sesuai keinginan. Pemangkas nantinya datang ke rumah mencukur rambut agar tampil keren,” katanya.

Ditambahkannya, bagi para konsumen yang nantinya akan memesan jasa para tukang cukur dengan sistem aplikasi, tidak perlu takut.

Pihaknya mempersiapkan para barber tersebut dengan Alat Pelindung Diri (APD), lengkap dengan sarung tangan dan alat cukur yang juga steril.

Dengan adanya digitalisasi di bidang cukur rambut, diyakini akan mengubah dan meningkatkan derajat para seniman cukur di Garut. (*)

Reporter  :  FW

Editor     :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here