Harga Komoditas Sayuran Anjlok, Petani di Cisurupan-Garut Merugi

garutexpress.id- Sejumlah petani saat ini tengah dihadapkan pada masa-masa sulit. Gal tersebut mereka rasakan tatkala sejumlah komoditas sayuran yang mereka tanam harga jualnya anjlok ke titik terendah.

Beberapa komoditas sayuran yang kini mengalami pnurunan harga itu di antaranya kol, cabe, tomat dan wortel.

Menurut pengakuan para petani di kawasan Kampung Karikil, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, anjloknya harga jual tanaman mereka itu kini hanya Rp 500 saja per kilo gramnya.

Dengan harga yang terbilang sangat rendah tersebut, para petani otomatis merugi. Jangankan untung, untuk menutupi biaya angkut saja tak cukup.

Related Post

“Harga jual (sayuran) rata-rata Rp 500. Sedangkan biaya angkut saja dari kebun ke gudang Rp600 per kilo gramnya. Tentunya tak sbanding dengan harga jualnya,” Ungkap Darso, salah seorang petani di kawasan tersebut, Kamis (03/09/2020).

Dampaknya, saat ini berton-ton hasil panen terpaksa dibiarkan. Bahkan dibuang begitu saja untuk dijadikan pupuk organik. Kondisi seperti ini sudah terjadi hampir sebulan terakhir.

“Terpaksa (sayuran) kita dibiarkan, para petani bingung akibat murahnya harga jual ini,” ungkapnya.

Menurunnya daya beli di tingkat pasar akibat pandemi Covid-19, serta melimpahnya stok sayuran ditenggarai jadi penyebab anjloknya harga jual. Para petani berharap pemerintah bisa mengatasi soal harga sayuran ini. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.