Catat! Mulai Hari Ini Pemkab Garut Lakukan Isolasi di Sejumlah Tempat, Berikut Rinciannya

Bupati Garut Rudy Gunawan, saat memimpin Rapat Masa Darurat Covid-19, di Ruang Pamengkang Pendopo Garut, bersama unsur Forkopimda dan jajaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Sabtu malam (19/9/2020)/ (Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut).***

garutexpress.id- Sebagai upaya untuk meutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melakukan isolasi di sejumlah tempat yang telah ditentukan.

Penerpana isolasi ini dilakukan menyusul adanya 21 warga yang dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (19/09/2020) sore.

Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, beberapa tempat di enam kecamatan yang dilakukan isolasi tersebut di antaranya Kampung Kostarea Kecamatan Sukawening, Perum Cempaka Kecamatan Karangpawitan, Kampung Rimba dan Pasar Kaler Kecamatan Cikajang, Kampung Cihareuday dan Mekarmukti Kecamatan Cilawu, Kampung Simpang Bayongbong, Kelurahan Paminggir dan Jalan Pasundan Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Garut Kota.

Di beberapa tempat tersebut akan diterapkan isolasi mulai hari ini, Ahad (20/09/2020) hingga dua pekan kedepan.

Bupati Garut Rudy Gunawan, saat memimpin Rapat Masa Darurat Covid-19, di Ruang Pamengkang Pendopo Garut, bersama unsur Forkopimda dan jajaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Sabtu malam (19/9/2020)/ (Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut).***

“Kami memohon dengan sangat kepada warga untuk sementara waktu tinggal di rumah, bekerja di rumah, terapkan social distancing. Ikuti seluruh anjuran pemerintah,”
ungkap Rudy, kepada sejumlah awak meida di komplkes Pendopo Garut, Sabtu (19/09/2020). 

Selain itu, menyangkut penegakan disiplin melalui operasi Yustisia berdasarkan Perbup No 47 tahun 2020, dipertimbangkan adanya jam malam mulai jam 10.00, meski tidak menutup segala bentuk keramaian, seperti pasar, tabligh akbar, dan pengajian, namun dalam pelaksanaannya akan dijaga ketat oleh polisi, TNI, dan Satpol PP guna memastikan aktivitas tersebut tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

“Untuk keramaian kita (Pemerintah Kabupaten Garut) tidak menutupnya, kita mengawasi untuk tetap diberlakukan social distancing dan mengatur jumlah tamu serta diberlakukan buka tutup jalur tertentu yang dilakukan oleh Polisi, TNI, Satpol PP. Saya berharap kita semua bersatu padu dan melakukan yang terbaik untuk keselamatan masyarakat Kabupaten Garut” ungkapnya.

Sedangkan untuk hal yang berhubungan dengan daerah yang ada kasus positifnya, Bupati Rudy Gunawan meminta Dinas Kesehatan melakukan pendekatan humanis. “Bagi Dinas Kesehatan yang akan mengambil warga yang terkonfirmas positif, wajib berkoordinasi dengan kepala desa, serta wajib didampingi oleh 3 pilar yang ada di desa tersebut (kepala desa, babinsa, dan babinkamtibmas,” tegas Rudy.

Sementara guna mengatisipasi penyebaran virus corona, bupati memerintahkan Dinas Pemadam Kebakaran untuk segera melakukan penyemprotan sesuai arahan dari Dinas Kesehatan.

Kepada para kepala SKPD melalui BKD agar mengatur relawan gugus tugas covid-19 sebagai upaya langkah penguatan dalam isolasi mandiri. “Kami ingin keberadaan relawa lebih humanis,” tuturnya.

Bupati Rudy juga secara khusus menyinggung keberadaan tenaga kesehatan yang kini mencapai 37 % pengabdiannya untuk menangani Covid-19. Guna mendukung penanganannya, Pemkab Garut akan menambah tenaga kesehatan melalui outsourcing.

“Dalam rangka melindungi dan membahagiakan nakes (tenaga kesehatan), udah sewa saja satu hotel,” ucapnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here