Beredar Uang Pecahan RP 20 Ribu Milik Paguyuban Mirip Sunda Empire di Garut

Garutexpress.id – Eksistrnsi Paguyuban Tunggal Rahayu di Kabupaten Garut terus mendapatkan sorotan. Setelah mengubah simbol negara burung garuda, kini paguyuban yang mirip Sunda Empire ini mengeluarkan uang pecahan Rp 20 ribu dengan gambar pimpinan mereka Ir Sutarman.

“Kejanggalan Paguyuban Tunggal Rahayu mulai bermunculan. Awal kemunculannya mereka mengubah simbol negara burung garuda kini ada uang Rp 20 ribu dengan foto pimpinan mereka,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Wahyudijaya, Selasa (8/92020).

Wahyu mengaku terus mendalami pergerakan Paguyuban Tunggal Rahayu di Kabupaten Garut. Selain itu, dirinya melakukan koordinasi dengan Bakesbangpol Majalengka terkait merebaknya pengikut paguyuban ini.

“Kita pantau terus. Bahkan sampai ke Majalengka. Pasalnya pengikutnya banyak di Majalengka,” kata dia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Baksebangpol) Kabupaten Garut, Wahyudijaya

Terkait beredarnya uang Rp 20 ribu yang diubah dengan foto pemimpin mereka, Kakesbangpol Garut sudah mrlakukan koordinasi dengan penegak hukum.

Diberitakan sebelumnya, Keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu yang mirip Sunda Empire mulai terkuak. Para pengikut paguyuban ini jumlahnya sudah mencapai ribuan bahkan sudah merambah ke Kabupaten lain di Jawa Barat.

“Anggota mereka pernah ada yang datang beberapa waktu yang lalu tujuannya mengajukan perizinan. Namun sampai sekarang belum dikeluarkan izinnya,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Baksebangpol) Kabupaten Garut, Wahyudijaya kepada wartawan di kantornya, Kamis (3/9/2020).

Wahyu mengatakan, kejanggalan paguyuban ini saat mengajukan perizinannya diantaranya mengubah lambang negara burung garuda. Hal tersebut menjadi salah satu catatan kenapa izin paguyuban ini belum dikeluarkan.

“Mereka mengubah simbol negara burung garuda kepalanya jadi menghadap ke depan. Bahkan dibagian dadanya mereka ubah dengan berbagai tulisan paguyuban mereka,” katanya.

Saat ditanyai terkait penggunaan logo tersebut, pihak Paguyuban Tunggal Rahayu tidak bisa memberikan penjelasan. Sehingga permohonan legal formal komunitas ini belum bisa dikabulkan.

Wahyu melanjutkan, pengikut paguyuban ini pun kini jumlahnya sudah mencapai ribuan. Bahkan ada pengikutnya dari luar Kabupaten Garut.

“Tempo hari saya kedatangan tamu dari Bakesbangpol Kabupaten Majalengka. Mempertanyakan keberadaan paguyuban ini. Pasalnya, ribuan warga Majalengka kerap mengikuti perkumpulan paguyuban tunggal rahayu yang berasal dari Garut,” kata Wahyu.

Wahyu menandaskan, meski belum ada laporan warga yang dirugikan akibat aktivitas Paguyuban Tunggal Rahayu namun dirinya mengaku khawatir akan terjadi konflik. Pasalnya, paguyuban ini menjanjikan materi yang berkaitan dengan keuangan yang tersimpan di Bank Swis.

“Para pengikutnya kan dijanjikan semacam imbalan. Bahkan ada yang dijanjikan pelunasan utang. Kalau dibiarkan mungkin ke depannya bisa memicu konflik sosial,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, aliran baru yang menamakan komunitasnya Paguyuban Tunggal Rahayu mulai mengemuka di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ajarannya, hampir sama dengan keyakinan yang disebarkan Sunda Empire yang sempat membuat geger Indonesia.

Paguyuban Tunggal Rahayu saat ini bermarkas di Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Paguyuban ini telah diikuti oleh sejumlah warga yang meyakini terhadap doktrin yang saat ini digembor-gemborkan pemimpinnya.

Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu adalah Sutarman atau Mr. Sutarman. Bahkan disebut juga, Raden Malik Mangku Negara.

Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu berfoto bersama pengikutnya.

Dalam salah satu video di akun facebook Paguyuban Tunggal Rahayu mereka membicarakan tentang aset negara. Bahkan pimpinan paguyuban ini mengatakan Indonesia akan jadi mercusuar dunia.

Meski eksistensinya belum begitu mengemuka, namun masyarakat setempat sudah melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas paguyuban ini. Bahkan masyarakat melalui sebuah tayangan video meminta agar pemerintah segera bertindak. (*)

Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman.*

Reporter: Awis

Editor: Farhan SN

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here