Bejat! ‘Tukang Ngarit’ di Garut Cabuli Dua Gadis Belia di Pematang Sawah

garutexpress.id- Seorang ‘tukang ngarit’ atau pencari rumput Iip (30) di kedapatan bebuat bejat terhadap seorang gadis di bawah umur. Perbuatan tak senonoh ini dilakukannya di tengah pematang sawah.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, membenarkan kejadian pencabulan yang dilakukan seorang pencari rumput tersebut tersebut.

Menurut Maradona, pencabulan yang dilakukan Iip berlangsung saat pelaku tengah mencari rumput di pematang sawah kawasan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Awalnya kedua gadis di bawah umur tersebut melintas dan diminta untuk membantu mencarikan rumput dan dijanjikan akan diberi uang sebesar Rp10.000.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini kasusnya dalam penyidikan dan tersangka sudah diamankan,” ujar Maradona, Rabu, (2/06/2020).

Dikatakan Maradona, perbuatan pencabulan yang dilakukan Iip terjadi pada Senin, 24 Agustus 2020 lalu.

Setelah diperlakukan yang tidak senonoh kedua korban mengadu pada kedua orang tuanya dan melakukan pelaporan di Mapolsek Sukawening.

“Kedua korban dilucuti seluruh pakaiannya dan kemudian pada kemaluannya perempuan di gesek-gesek kemaluan korban secara bergiliran,” ucapnya.

Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan dari kedua orang tua korban, langsung menurunkan tim guna mengamankan tersangka yang diketahui berada di kediamannya.

Sebagaimana diberitakan Galamedianews.com sebelumnya dalam artikel “Bejat, Pencari Rumput di Garut Cabuli Dua Anak di Pematang Sawah”, saat proses penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan memudahkan tim untuk meringkus.

“Sudah kita tahan, sejak tanggal 25 Agustus 2020 pagi. Dikediamannya kami berhasil menangkap tersangka,” ujarnya.

Pada penyidik, tersangka Iip mengakui perbuatannya telah berbuat cabul pada kedua anak yang usianya masih di bawah umur dan mengaku khilaf.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya pada penyidik. Mengaku khilaf,” tukasnya.

Akibat perbuatannya Iip, dijerat Undang-Undang perlindungan anak dan diancam penjara belasan tahun. (*)

Reporter   : RTA
Pecabulan : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here