Bau Limbah Kulit Kembali Picu Domonstrasi, Ini Tanggapan APKI Garut

WARGA RW 18 di Kelurahan Kota wetan, Kabupaten Garut saat menggelar aksi demonstrasi terkait limbang kulit Sukaregang, Jumat (11/09/2020).***

garutexpress.id- Beberapa hari yang lalaui, warga dari tiga kelurahan di wilayah Kecamatan Garut Kota khususnya di RW 18 Kelurahan Kota wetan yang dilintasi aliran limbah kulit B3 kembali berunjuk rasa, Jumat (11/09/2020).

Seperti aksi akasi demonstrasi sebelumnya, warga di kawasan tersebut menuntut pemerintah dan pengusaha kulit untuk menangani limbah kulit dari industri kulit Sukaregang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua APKI (Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia) Garut Sukandar, berharap tuntutan warga tersebut segera disikapi oleh pemerintah dan pengusaha.

“Pemerintah harus segera melakukan revitalisasi terhadap ketiga fasilitas ipal yang telah dibangun oleh pemerintah yang hingga saat ini tidak difungsikan. Selain itu, para pengusaha yang tergabung di APKI juga mendesak pemerintah untuk memberikan hak guna pakai IPAL tersebut agar bisa dikelola oleh pihak investor atau pengusaha yang biaya operasionalnya akan dibebankan kepada masing-masing pengusaha penyamakan kulit yang memafaatkan fasilitas IPAL tersebut,” ungkapnya, selasa (15/09/2020).

Dikatakannya, pihaknya akan mengkaji sejumlah tuntutan warga di tiga kelurahan yang tercemar oleh aliran sungai yang terkontaminasi limbah beracun B3. Diketaui, warga menuntut penutupan sungai agar tidak menimbulkan bau, dan meminta jaminan kesehatan.

“Upaya yang akan dilakukan pengusaha kulit yang difasilitasi APKI selain memberikan konpensasi berupa uang setiap tiga bulan sekali. APKI juga akan segera melakukan pengerukan terhadap sungai yang terairi limbah,” katanya. (*)

Reporter : Ind
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here