Warga Bojong Dibuat Panik, Gegara Lupa Padamkan Tungku Rumah Tatang Hangus Terbakar

Petugas UPT Disidamkar melakukan pemadaman dan pendinginan di Kampung Bojong Cikawung,RT.02 RW 02, Desa Bojong Kaler, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, jum'at(28/08/2020). (Foto : Dok. UPT Disdamkar Pameungpeuk).***

garutexpress.id- Diduga pemilik lupa mematikan api tungku di dapurnya, sebuah rumah panggung milik Tatang (36), yang  berukuran rumah 6 x 5meter persegi, hangus terbakar. Musibah tersebut tepatnya terjadi sekira pukul 12.35 WIB di Kampung Bojong Cikawung, RT.02 RW 02, Desa Bojong Kaler, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jum’at (28/08/2020).

Dengan respon time 15 menit, tim Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Pameungpeuk, langsung menuju lokasi kejadian. Dibantu Forkopimcam dan masyarakat setempat, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan sekra  pukul 13.06 WIB.

Menurut Kepala UPT Disdamkar Pameungpeuk, Jajat Mustika, sebelum insiden kebakaran itu, istrinya, Iis Komalasari (30) sedang memasak dengan menggunakan kayu bakar di tungku. Setelah selesai memasak, pemilik rumah lupa mematikan api tersebut, sehingga terjadi kebakaran.

“Akibatnya, api dari tungku langsung merembet ke dinding dapur yang terbuat dari gedek (anyaman bambu). Angin yang bertiup sangat kencang mengakibatkan kobaran api cepat membesar sulit dikendalikan, dan langsung menyambar rumahnya,” kata Jajat.

Musibah kebakaran tersebut sempat membuat panik warga sekitar. Para tetangga yang melihat kobaran api dengan asap pekat membumbung tinggi, sontak mereka  berhamburan keluar dari rumah masing-masing, lari tunggang-langgang seraya berteriak meminta tolong.  Sementara itu, sebagian warga berinisiatif menghubungi  call center 113 yang tak lain UPT Disdamkar Pameungpeuk.

Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu memadamkan kobaran api yang sudah terlanjur melalap bangunan rumah Tatang yang memang berbahan bangunan mudah terbakar. Walhasil, rumah yang berdinding bilik bambu itu kini hanya tinggal onggokan puing-puing yang gosong.

Meski tak sampai merenggut korban jiwa, kerugian materil tak terhidarkan. Taksiran sementara, akibat amuk api di kawasan selatan Garut ini kerugian materiil sekitar Rp 60 jutaan.

Pihak Disdamkar mengimbau kepada masyarakat, hendaknya selalu berhati-hati jika menggunakan tungku api atau kompor. “Pastikan dulu api di tungku benar-benar padam sebelum ditinggal,” tegasnya.

Menjelang musim kemarau, UPT Disdamkar Pameungpeuk juga meminta masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena bisa berpotensi menimbulkan kebakaran lahan. (*)

Reporter : Yans

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here