Terdampak Covid-19, Capaian Target Pajak Desa Sakawayana Hanya 30 Persen

Kasi PMD dan Kepala Desa Sakawayana saat menghadiri penyaluran BLT Dana Desa, d Aula Desa Sakwayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jumat (28/08/2020)***

garutexpress.id- Kepala Desa (Kades) Sakwayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, A. Isra, sat ini mengharapkan warganya untuk segera melunasi kewajibannya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kades Sakawayana mengakui, hingga saat ini capaian target pajak di desa yang dipimpinnya kini baru 30 persen.

Hal itu disampaikan Kades Sakawayana saat prosesi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap 2 bulan kedua.

“Sampai bulan Agustus (2020) ini target PBB baru mencapai 30 persen dari target PBB sebesar Rp 94 juta,” ujarnya, saat djumpai garutexpress.id, Jumat (28/8/2020).

Dijelaskannya, untuk saat ini kesadaran warga dalam membayar pajak (PBB), khususnya di Desa Sakawayana relatf menurun, hal tersebut dirasakan seiring masih mewabahnya Covid-19.

“Saat ini memang relatif menurun untuk soal pembayaran PBB ini. Mungkin dengan situasi pandemi Covid 19 ini, terlebih rata-rata penghasilan warga juga menurun. Begitu pula dengan petani. Distribusi hasil pertanian tidak seperti biasanya dalam situasi pandemi Covid 19 memang agak tersendat,” katanya.

Menurutnya, meski demikian, kewajiban mebayar pajak tetap harus dipenuhi. Karena pembangunan bisa berlanjut dengan adanya kontribusi dari masyarakat berupa PBB.

“Hak warga kan sudah dipenuhi oleh negara. Berbagai bantuan diturunkan oleh pemerintah termasuk Dana Desa melalui BLT Dana Desa. Kami berharap target PBB Desa Sakawayana dapat tuntas di bulan Agustus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Malangbong, Deden Munawar, mengatakan, masyarakat jangan beranggapan bahwa pajak itu sebagai upeti kepada penguasa yang digunakan untuk foya-foya .

“Pajak itu jangan dianggap sebagai upeti kepada penguasa. Sejatinya pajak itu sebagai iuran pembangunan,” tukasnya.

DMenurut Deden, pada hakikatakannya pembangunan yang berlangsung saat ini salah satunya berasal dari pajak yang diberikan oleh masyarakat. Bahkan, kata dia, pengembalian dari pemerintah ke masyarakat melalui pembangunan itu lebih besar.

“Misalnya, target PBB Desa Sakawayana sebesar Rp 94 juta, sedangkan Dana Desa diterima oleh Desa Sakawayana ada dikisaran 1,2 Miliar. Belum lagi dana lainnya termasuk yang melalui aspirasi dewan. Itu semua berasal dari masyarakat juga. Maka bila masyarakat taat bayar pajak tentu pembangunanpun akan lancar,” pungkasnya.(*)

Reporter : TAF Senopati
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here