Tak Terima Bantuan Pemerintah, Mak Saodah Pasrah Tinggal di Gubuk Bersama Sampah

garutexpress.id- Kenyataan memilukan dirasakan Mak Saodah (62) bersama suaminya Ade Sahmad (70). Pasangan renta yang eseharianya mengais rizki dari memungut sampah yang tak memiliki anak ini kini hanya bisa pasrah pada kenyataan hidupnya.

Saodah bersama suaminya kini tinggal di sebuah gubuk tak layak huni bersama tumpukan sampah di kawasan Kampung Babakan Nangka, Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

Mirisnya, di tengah kesulitan ekonomi masa pandemi Saodah mengaku tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Bahkan Saodah mengaku oleh pemerintah setempat tak diakui sebagai warga Desa tersebut.

“Sudah satu tahun setengah saya tinggal di sini, tak pernah dapat bantuan (pemerintah). Memang saya tidak diakui (oleh pemerintah desa setempat) padahal suami saya asli dari Desa Sukanagara. Sebelumnya saya tinggal di Desa Depok (masih kawasan Kecamatan Cisompet). Untuk makan sehari-hari, Alhamdulillah saya memulung rongsokan yang bisa dijual, kadang kalau saat musim panen saya ke daerah Pameungpeuk ikut kuli memetik padi, upahnya lumayan ada untuk makan,” tutur Mak Saodah, lirih.

Diakuinya, selama pandemi Covid-19, Mak Saodah heran kenapa warga lain yang tinggal di rumah layak dapat berbagai bantuan, sementara dirinya yang tinggal di gubuk justeru tak dapat bantuan.

“Mungkin karena Emak tak diakui sebagai warga di sini (Desa Sukanagara), jadi Emak tak dapat bantuan. Padahal warga lain yang tinggal di rumah layak bantuannya cukup dari mana-mana. Katanya ada bantuan sembako, uang dan rumahnya diperbaiki oleh pemerintah. Ah mungkin ini sudah nasib Emak, suda pasrah saja pada yang Maha Kuasa, yang penting emak bisa makan dari mencari sampah,” tutur Mak Saodah, saat disambangi garutexpress.id, Selasa (11/08/2020). (*)

Reporeter : Iwan Setiawan
Editor       : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here