SMAN 6 Garut Bersiap Hadapi KBM Tatap Muka, Rencananya Dimulai 14 Agustus

Garutexpress.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Garut berbenah menghadapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Rencananya KBM tatap muka akan mulai dilakukan pada 14 Agustus 2020.

Pantauan Garutexpress.id, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Senin (03/08/2020) melakukan penyemprotan disinfektan di Komplek SMA Negri 6 Garut, Jalan Guntur Melati No.12. Satu unit mobil water supply berkapasitas 5.000 liter dengan 4 personel dikerahkan untuk melakukan penyemprotan.

Penyemprotan desinfektan di lingkungan SMAN 6 Garut sebagai persiapan KBM tatap muka, Senin (3/8/2020).*

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Non Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dadan Wandani, upaya pemutusan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area, tidak terkecuali ruang kelas belajar.

Melalui pelaksanaan penyemprotan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan peralatan penyemprotan, personel juga dilengkapi APD.

“Kami berharap upaya yang dilakukan dapat membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.” Ujar Dadan

Sementara itu, Kepala SMAN 6 Garut, Asep Suryana, mengatakan informasi yang didapatnya sekolah tatap muka bisa dimulai pada 14 Agustus. Namun keputusan resminya masih menunggu dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut.

Asep menyebut, pihaknya tengah menyiapkan sarana untuk sekolah tatap muka sesuai protokol kesehatan. Utamanya penyediaan tempat cuci tangan bagi para siswa.

“Kami menunggu rencana dari KCD untuk pelaksanaannya supaya ada izin dan resmi. Tapi informasinya, sekitar tanggal 14 Agustus,” ujar Asep saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, adaptasi kebiasaan baru (AKB) perlu diterapkan saat tatap muka diberlakukan. Dari jumlah siswa sebanyak 1.200, Asep menambahkan tak akan sekaligus masuk sekolah.

Pihaknya akan membagi siswa ke beberapa kelompok untuk bisa belajar tatap muka di sekolah yang berada di Kecamatan Tarogong Kidul itu. Namun teknisnya juga masih dirancang menunggu keputusan dari KCD.

Related Post

“Tatap muka tak sekaligus dilakukan tapi dibagi-bagi dulu selama 14 hari. Kalau ternyata aman, baru nanti diperpanjang lagi. Melihat kondisinya dulu,” ucapnya

Rencananya saat sekolah tatap muka nanti, hanya ada maksimal 18 siswa setiap kelasnya. Bahkan jumlah siswa per kelas bisa jadi lebih sedikit.

Para siswa juga diharuskan menggunakan masker dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh saat datang ke sekolah.

“Normalnya kan satu kelas itu ada 36 siswa. Tapi sekarang sepertinya hanya 18 atau kurang. Di kami ada 36 kelas yang bisa dipakai,” katanya.

Asep menambahkan, pihaknya masih membenahi protokol kesehatan di sekolah. Saat sekolah diizinkan untuk dibuka, pihaknya harus sudah siap dengan protokol kesehatan.

“Siswa juga tidak setiap hari masuk. Nanti dibagi-bagi, bisa jadi seminggu sekali atau tiga kali. Lihat nanti perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono, mengatakan, akan segera melakukan pemeriksaan kesiapan sekolah untuk melaksanakan tatap muka. Di Garut, terdapat 27 kecamatan yang masuk dalam zona hijau untuk melaksanakan sekilah tatap muka.

“Dari 42 kecamatan, baru 27 kecamatan yang masuk ke dalam zona hijau. Besok (Selasa) kami akan vicon dengan seluruh sekolah untuk mengecek kesiapannya menjelang kegiatan tatap muka,” ucap Asep.

Terkait waktu pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau, Asep menyebut kemungkinan akan dilaksanakan pada 18 Agustus. Namun semuanya tergantung kepada kesiapan sekolah. (*)


Juragan Farhan:
Leave a Comment

This website uses cookies.