Sempat Ditukar dengan KWH, Domba Milik Pelanggan PLN Ini Akhirnya Dikembalikan

garutexpress.id- Kisah pembayaran KWH rusak dengan seekor domba milik pelanggan PLN di kawasan selatan Garut sempat viral di jejaring media sosial. Terlebih pelanggan PLN bernama Engkar dan Yeni yang tinggal di Kampung Heras. RT.01/RW.07, Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut ini salah satu warga yang terkatagori pra sejahtera. Sontak saja, kabar tersebut mengundang tanggapan berbagai pihak, termasuk LSM GMBI.

Menurut Yeni, sang pemilik domba, pascapemberitaan di media online, sekira waktu maghrib, Selasa (24/08/2020) akhirnya domba tersebut ada yang mengembalikannya. Bahkan, Yeni mengatakan ada juga petugas PLN dari ULP Pameungpeuk mendatangi rumahnya, untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Ya, tadi magrib (Selasa/24/08/2020) domba saya ada yang mengembalikan. Ya, saya terima, karena memang domba itu merupakan sumber penghasilan saya satu-satunya. Ada juga petugas dari PLN namanya Pak Fresman, datang ke rumah saya, dan katanya kaget atas kejadian ini dan Ia meminta maaf pada kami,” kata Yeni, saat dihubungi, Rabu (26/08/2020).

Terkait kasus tersebut, Manager Bagian Pemasaran PLN UP3 Garut merasa sedih atas kejadian tesebut. Terlebih korbannya salahsatu warga pra sejahtera.

“Mendengar kejadian ini, rasanya sesek melihat orang kecil seperti itu jadi korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab. Alhamdulillah, kalau ada kejadian serupa lainnya tolong diinfokan kembali sehingga kami (PLN) bisa menindaklanjuti,” tutur Chumaidi Rahaman.

Menanggapi, kasus pelanggan PLN tersbut, Sekretaris LSM GMBI Distrik Garut, Dian Alamsyah berharap, agar kejadian jadi pelajaran dan bahan evaluasi kinerja PLN UP3 Garut khususnya dalam melayani masyarakat dan pelanggan PLN.

“Semoga saja,adanya kasus ini bisa menjadi pelajaran dan evaluasi bagi para pejabat PLN, khususnya PLN UP3 Garut. Jangan sampai kejadian yang memalukan sekaligus memilukan seperti ini terulang kembali. Sebagai warga, sekaligus mewakili pelanggan PLN, saya tentunya berharap agar PLN lebih responsif terhadap pengaduan ataupun keluhan masyarakat, melakukan sosialisasi sampai ke tingkat bawah dan senantiasa pengawasan pimpinan terhadap kinerja bawahan lebih ditingkatkan,” ungkap Dian, Rabu (26/08/2020).

Sekretaris LSM GMBI Distrik Garut, Dian Alamsyah.***

Diberitakan sebelumnya, pasangan Engkar (50) dan Yeni (37) salahsatu pelanggan PLN di Kampung Heras. RT.01/RW.07, Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, mengaku terpaksa menyerahkan seekor domba, hewan ternak kesayangan satu-satunya kepada seorang oknum petugas PLN Pameungpeuk Garut.

Hal itu terpaksa dilakukannya, karena beberapa kali oknum petugas itu mendatangi rumahnya dengan alasan menagih uang untuk biaya penggantian KWH yang rusak.

“Ya, kejadiannya tiga bulan yang lalu, KWH yang rusak itu tak diganti-ganti pihak PLN sudah sekitar 1 tahun lebih pihak PLN membiarkan KWH rusak. Setelah dilaporkan, kemudian ada petugas yang akan mengganti KWH yang rusak itu dengan KWH baru, namun kami harus membayar sebesar Rp 450 ribu. Karena kami belum punya uang, kami kan hanya peternak kecil. Namun petugas itu terus datang menagih, saat menagih kami masih saja belum punya uang. Dan akhirnya kami menyerahkan domba kesayangan kami satu-satunya itu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi garutexpress.id, Selasa (25/08/2020).

Menanggapi kasus tersebut,Chumaidi Rahman selaku Manager Bagian Pemasaran PLN UP3 Garut, terkejut.  Ia menegaskan, untuk mengganti KHW meter yang rusak itu tak dibebankan biaya kedapa pelanggan alias gratis.

“Untuk mengganti KWH error atau rusak itu tak dikenakan biaya apapun kepada pelanggan alias gratis. Jadi, jika ada petugas yang meminta biaya atau bayaran, saya pastikan itu oknum. Laporkan saja k polisi. Adanya kejadian ini sangat disayangkan. Nanti saya akan cek dan berkoordinasi dengan petugas PLN di Pameungpeuk,” kata Chumaidi, saat dikonfirmasi via telfon, Selasa (25/08/2020). (*)

Reporter  :  Goner

Editor      :  ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here