Seabreg Tugas Sekolah Daring Mulai Membebani, Begini Curhatan Sejumlah Ortu Siswa di Garut

Sejumlah ibu-ibu yang juga orang tua siswa berkumpul saat menyampaikan curhatannya terkait belajar daring, di kawasan Nusaindah, RT 02/RW 16, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (08/08/2020)***

garutexpres.id- Wabah virus corona (Covid-19) yang belum jelas kapan berakhirnya kini mulai membuat jenuh masyarakat. Bahakan khusus sektor pendidikan mulai membuat para orant tua siswa kelimpungan.

Para orang tua (ortu) siswa di Kabupaten Garut mulai mengeluhkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kini digelar secara daring mulai dirasakan membebani.

Rina Karmila (45) salah seorang warga Nusaindah, RT 02/RW 16, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut menyampaikan curahan hatinya (curhat). Ia menilai proses KBM daring atau online selama ini tidak efektif dan membebani.

“Memang, KBM daring ini diberlakukan pemerintah sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembatasan fisik maupun sosial. Langkah ini pun berdampak pada kegiatan belajar-mengajar para siswa sekolah di Indonesia. Namun kini KBM daring mulai membebani kami para orang tua, selain ada tambahan kuota internet, juga waktu sangat tersita. KBM daring ini juga nampaknya kurang efektif. Kita para orang tua sekarang bingung, yang seharusnya mencari nafkah, malah kini harus mengajar anak anak di rumah,” tutur Rina, saat menumpahkan curahatannya bersama ibu-ibu lainnya kepada garutexpress.id, Sabtu (8/8/2020).

Diharapkannya, pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah dan solusi terbaik untuk menyelamatkan dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Tentunya kami berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah dan solusi untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak kita. Karena dengan belajar daring ini sama sekali tidak efektif, bahkan membebani kita para orang tua. Jika memang belajar secara tatap muka itu ada jaminan keselamatan bagi anak-anak kami, segera berlakukan, dan beri kejelasan kepada kami,” ungkapnya.(*)

Reporter  :  Die

Editor      : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here