Rencana Digelar 1 September 2020, KBM Tatap Muka SMP di Garut Akhirnya Dibatalkan

garutexpress.id- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka untuk sekolah tingkat SMP, termasuk untuk tingkat SD, TK dan PAUD akhirnya dibatalkan. Sebelumnya KBM tatap muka ini akan diselenggarakan per 1 September 2020.

Pembatalan ini dilakukan pemerintah menyusul masih tingginya kasus Covid-19 di Kaupaten Garut. Tak hanya sekolah tingkat dasar, KBM tatap muka untuk tingkat SMA/SMK sederajat yang direncanakan akan digelar per tanggal 18 Agustuspun ditunda.

“Sebagaimana arahan Bapak Bupati Garut (Rudy Gunawan) setelah tingkat SMA-SMK belajar tatap muka, maka dilanjutkan tingkat SMP, SD, TK serta PAUD. Namun kan sekarang pun untuk tingkat SMA/SMK batal. Maka otomatis beljar tatap muka untuk SMP dan ke bawah pun batal,” ujar Kpela Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, saat dikonfirmasi wartwan di kantornya, Rabu (25/08/2020).

Totong, S Pd., M Si (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut)***

Dijelaskannya, berdasarkan keputusan empat menteri, Kementrian Pendidikan, Kesehatan, Dalam Negeri dan Kementrian Agama, bahwa tahapan masuk sekolah tatap muka, yaitu setelah SM-SMK masuk, baru je jenjang bawahnya, seperti SMP,SD hingga PAUD.

Menurut Kadisdik Garut, sarana dan pra sarana untuk menggelar KBM tatap muka sebenarnya sudang siap. Namun, situasi dan kondisi saat ini tidak mendukung, di antaranya ada beberapa wilayah yang belum berstatus zona hijau seluruhnya.

Related Post

“Ada di beberapa kecamatan resiko rendah, kalau zona hijau kabupaten mungkin bisa semua. Jika tidak ada penambahan kasus. Tapi saat ini kasus (Covid-19) masih tinggi,” kata Totong.

Ditegaskannya, kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan warga sekolah menjadi prioritas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Garut tidak akan melaksanakan KBM tatap muka jika kondisi belum memungkinkan.

“Untuk KBM saat ini kami perkuat dengan belajar secara luring, juga blended learning.Kombinasi pembelajaran jarak jauh antara daring dan luring. Ada Radio, TV, Modul, video pembelajaran, guru kunjung, atau door to door. Kami ada radio komunitas untuk belajar jarak jauh, termasuk TV. Kita akan buat TV Pendidikan di Kabupaten Garut,” beber Totong. (*)

Reporter : Papap
Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.