Puluhan Ribu Warga Garut Menjadi Calon Penerima Dana PKH Baru

Warga calon penerima dana PKH baru hasil validasi tahun 2020 di Kabupaten Garut

garutexpress.id – Sebanyak 35.688 warga di Kabupaten Garut menjadi calon penerima baru dana Program Keluarga harapan (PKH) di tahun 2020. Angka tersebut lebih sedikit dari data awal yang di berikan kementrian Sosial sebelumnya, yaitu sebanyak 54.787 orang yang terdapat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sedangkan 19.009 orang lainnya dianggap tidak memenuhi syarat setelah di lakukan validasi oleh para pendamping PKH di setiap desa.

Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Garut, Aceng Ahmad Chotib S.Sos mengatakan, dari 42 Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, Kecamatan Malangbong paling banyak mendapatkan penambahan jumlah penerima dana PKH baru, sebanyak 3.800 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk Kecamatan Cisewu dan Caringin, jumlahnya relatif sedikit, angkanya di bawah 10 KPM.

Korkab PKH Garut, Aceng Ahmad Khotib, S.Sos (berkemeja hitam masker hitam) melakukan briefing bersama para pendamping PKH.

“Data calon penerima PKH yang baru ini, merupakan verifikasi dan validasi pendamping tingkat desa terhitung dari tanggal 10 Juli sampai 7 Agustus. Hasil validasi tersebut muncullah angka yang di anggap memenuhi syarat atau “Eligible” tuturnya. Kamis (13/08/2020).

Aceng menambahkan, hasil final closing tahap empat, sampai saat ini jumlah seluruh penerima dana PKH di Kabupaten Garut mencapai 134.385 KPM, itu di luar jumlah calon penerima yang baru. Sedangkan KPM yang mengundurkan diri atau di anggap sudah habis komponen jumlahnya di angka 3000 an KPM.

Di Jawa barat khususnya Kabupaten Garut merupakan Kabupaten dengan jumlah KPM terbanyak jika di bandingkan dengan kabupaten lainnya. Kendati demikian, tak sedikit warganya yang menolak ketika namanya terdaftar sebagai penerima dana PKH baru.

Hal tersebut dialami oleh salah seorang pendamping PKH tingkat desa, Novi Handini. Novi yang sudah 3 tahun menjadi pendamping PKH tingkat desa di Kecamatan Cibatu menuturkan, saat dirinya melakukan validasi di walayah kerjanya, ada beberapa warga yang menolak untuk didata. mereka mengatakan bahwa dirinya tidak mau masuk dalam kategori penerima bantuan PKH dan meminta untuk mengalihkan ke warga lain.

Penulis : Useu G Ramdani
Editor : Max Aleron


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here